Danrem 162/WB Pantau Pencairan Dana Stimulan Pasca Gempa di 2 Kabupaten

Share and Enjoy !

Sumbawa Barat – Saat ini Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani memanfaatkan waktu untuk memantau pencairan dana stimulan bantuan Pemerintah untuk korban gempa di Kantor Camat Alas Kabupaten Sumbawa.
Kehadiran Danrem didampingi Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, SE., BPBD Kabupaten Sumbawa dan rombongan disambut Muspika Alas dan para Pokmas dan Fasilitator di kantor Camat Alas. 
Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan kehadirannya di Kantor Camat untuk memastikan dan menyakinkan pelaksanaan pencairan dana stimulan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang sudah disepakati bersama para stakeholder baik di Provinsi maupun Kabupaten Kota.
” Selama ini mungkin masih bingung terkait dengan pencairan dana yang simpang siur dan saat ini dipastikan semua dana akan masuk kedalam rekening masing-masing,” ungkapnya.
Akmil 1993 tersebut juga menjelaskan tentang pencairan dana dalam bentuk material. “Dana yang dicairkan bukan dalam bentuk uang, namun yang diterima dalam bentuk material. Ini yang harus diawasi oleh para Pokmas dan Fasilitator sehingga diharapkan proses percepatan rehab rekon bisa selesai tepat waktu sesuai harapan kita bersama,” terangnya.
“TNI saat ini sudah menambah jumlah personil di wilayah Kabupaten Sumbawa sebanyak 100 orang untuk pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) baik Risha, Rika, Riko, Risba, Risbari maupun yang lainnya,” pungkasnya. 
Sebelumnya,Danrem 162/WB bersama rombongan melaksanakan peninjauan dan pengecekan PT. HMP Risha Pabrication, pembangunan sumur bor dan peninjauan Posko Penanggulangan Bencana Kodim 1607/Sumbawa di Koramil Alas.
Setelah selesai dari Kabupaten Sumbawa, Danrem 162/ WB,  melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Sumbawa Barat, tepatnya di Kecamatan Poto Tano di Desa Kokarlian.
Dia menjelaskan jadi di Sumbawa Barat rumah rusak ringan sudah dibangun 1500 dan progresnya sudah berjalan 13.000 rumah, sedangkan rusak sedang 400 rumah sudah terbangun, sementara progres sudah 2500, rusak berat yang sudah dibangun 560 rumah dan progres 8000 rumah sedang berjalan. 
Dalam pekerjaan pasti ada kendala, sebelumnya sulit di administrasi namun sekarang atas kesepakatan bersama di kantor Gubernur di sepakati secara bersama bahwa dari 24 item disederhanakan menjadi 9 item dan ini sudah disetujui oleh Pemerintah daerah dan Pemerintah pusat sehingga bisa meringan masyarakat.
” Untuk lebih meringankan masyarakat pelayanan di adakan dalam satu lokasi, pejabatnya di tempatkan dalam satu ruangan,” ujarnya. 
Di sana ada Kalak BPBD, Perkim, BRI dan tim pengawas seperti TNI, Polri dan BPKP sehingga dalam satu hari bisa menyelesaikan satu kecamatan bahkan 3 sampai 4 Kecamatan. 
Kita sudah memberikan penekanan kepada anggota, dengan stresing memberikan diberikan sudah diberikan 1 SSk atau 1 kompi pasukan dari batalyon sipur 5 Malang.
Dan mereka sudah di bagi sektornya oleh Dandim 1628/ SB untuk membantu mengerjakan rumah rusak berat yaitu Riko, Rika, Risba dan Risa.
Dengan harapan kedatangan mereka bisa mempercepat proses rehab rekon di Sumbawa Barat ini. 
Bhabinsa sebagai ujung tombak diberdayakan agar para bhabinsa bisa proaktif memberikan semangat kepada fokmas untuk menyelesaikan administrasi, pendampingan dan mencari sasaran yang belum dibangun yang sudah siap material, pondasi dan masyarakatnya. 
Untuk memancing semangat para Bhabinsa pihaknya mengadakan lomba tingkat Korem dan Koramil Sekongkang mendapat juara 2.
” Danrem 162/ WB juga mengecek semua rumah korban gempa yang ada di Poto Tano, Kokarlian dan Tapir,” tutupnya.
(Amrin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *