Sen. Apr 12th, 2021

LINTASNTB

Dari NTB Untuk Dunia

Puskesmas Jereweh Peringati Hari TBC Sedunia

2 min read
Sumbawa Barat – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat mengadakan sosialisasi bahaya penyakit Tuberkulosis (Tuberculosis) atau biasa di sebut kenal dengan TBC atau TB,(19/3).
TBC merupakan penyakit menular yang umum dan dalam banyak kasus bersifat mematikan.
Penyakit Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.
Peringatan hari TBC sedunia sebenarnya jatuh pada tanggal 24 Maret 2019 mendatang, namun tim dari Puskesmas mengemasnya dengan berbagai rangkaian beberapa kegiatan untuk memeriahkan Peringatan Hari TBC tersebut.
Dari data yang di keluarkan oleh Puskesmas Jereweh, pada tahun 2018 terdapat suspek 197 orang dan yang positif TBC sebanyak 12 orang perkecamatan Jereweh, Alhamdulillah berhasil disembuhkan 100 persen.
” Sebanyak 12 orang yang positif TBC alhamdulillah berhasil di sembuhkan 100 persen”, jelas Kepala Puskesmas Jereweh ,
 Aguslan Efendi. S. Kep. Ns saat di konfirmasi awak media.
Untuk di ketahui, kegiatan pemeriksaan TBC paru oleh Puskesmas Jereweh dengan menerapkan beberapa pola yaitu pola program CBA (Community Base Approach) caranya yaitu dengan bertemu masyarakat sambil sosialisasi kasus TBC.
Program CBA merupakan  pertemuan dengan masyarakat yang mensosialisasikan penyakit TBC ke masyarakat dengan harapan ada pemberitahuan dari masyarakat, dengan memberikan informasi ke pihak Puskesmas bahwa ada penderita TBC.
” Apabila ada yang terinfeksi maka langsung di cek, bila ada yang terkena TBC dengan mengambil spesimen atau dahak, setelah itu diperiksa dan uji laboratorium,” jelas Aguslan Efendi. S. Kep. Ns, Kepala Puskesmas Jereweh.
Ia juga menerangkan setelah di data, maka dilakukan laksana dini atau pencegahan dini dengan cara stok obat harus siap di Puskesmas sehingga mudah ditangani.
Selain itu di Puskesmas Jereweh juga menggalakkan pantauan minum obat TBC, karna penderita TBC harus diobati selama 6 bulan dari petugas Puskesmas dan kader posyandu. Setelah pantauan minum obat secara rutin, dilakukan lagi pemeriksaan kontak keluarga serumah, karna semua didalam satu rumah, apabila ada penderita TBC, maka periksa semua harus anggota keluarganya di periksa.
Lebih lanjut juga dilakukan pemeriksaan atau kontak lingkungan, disekitar tempat tinggal penderita TBC dan terakhir  Puskesmas Jereweh melakukan program ketuk pintu atau dour tu dour dengan mencari penderita TBC.
Ia juga mengatakan pengambilan spesimen pada harlah TBC kali ini merupakan bagian dari pengumpulan data  sehingga saat hari ulang Tahun TBC kita punya basis dstanya.
” Ada juga kita curigai penyakit TBC ini di derita oleh penderita gizi buruk dan penderita Diabetes”, tambahnya
Tim yang diturunkan saat pemeriksaan TBC yaitu petugas TBC, kordinator P2P, kordinator promosi kesehatan, petugas sanitarian, petugas gizi dan bidan desa, sekitar 7 orang yang melakukan pemeriksaan di Kecamatan Jereweh.
Selain kegiatan rutin tersebut, Puskesmas juga memiliki program, Pispeka yaitu (program Indonesia sehat dengan cara pendekatan keluarga) untuk targetnya basis data proyeksi dengan perbandingan, penderita TBC pada tahun 2017 yang sudah di obati sebanyak 53,58 persen.
Tahun 2017 Puskesmas Jereweh juga mengobati 68 persen penderita TBC, sedangkan 2018, setelah divalidasi data Pispeka dengan memakai 12 item, maka pada bulan Oktober 2018 sebanyak 86,36 persen, namun dalam angka kinerja sudah menyampai 100 persen.
(Ibrahim)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © lintasntb.com | Newsphere by AF themes.