Rab. Apr 14th, 2021

LINTASNTB

Dari NTB Untuk Dunia

Bupati: Kekompakan Kita Akan Menjadikan KSB Kabupaten STBM

2 min read
SUMBAWA BARAT – Persamaan persepsi dan pemahaman akan pentingya Sanitasi Total Berbasi Masyarakat (STBM) dengan lima pilar yang ada sangat dibutuhkan dalam mewujudkan KSB sebagai Kabupaten yang sukses mewujudkan STBM. Lima pilar STBM untuk dikampanyekan kepada masyarakat adalah pertama bebas buang air besar sembarangan. Kedua, cuci tangan pakai sabun. Ketiga, pengelolaan air minum rumah tangga. Keempat, pengelolaan sampah rumah tangga dan kelima, pengelolaan limbah cair rumah tangga.


‘’Kita harus memiliki persepsi dan pemahaman yang sama akan pentingnya STBM. kehadiran kita, semangat kita, kekompakan bersama sampai limit waktu sebulan ke depan akan membawa KSB menjadi Kabupaten STBM,” kata Bupati dalam sambutannya membuka Rapat Koordinasi dan Pembinaan Tim Kerja STBM di Aula Gedung Graha Paraja, Setda KSB, Rabu siang (20/03).


Lanjut Bupati, awalnya STBM adalah program sisipan dari program rehab rekon rumah korban gempa. Tetap ternyata respon dan ekspektasi masyarakat cukup tinggi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Karenanya Kades dan Lurah sebagai pengelola wilayah di tingkat bawah, agar memanfaatkan Agen Gotong Royong, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan ASN Pendamping, sukseskan STBM, genjot permbangunan dan perbaikan rumah korban gempa, kampanyekan larangan pertambangan tanpa izin dan bahaya mercuri serta data warga miskin dengan mengikuti petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis.


‘’Pilar pertama kita sudah sukses, KSB merupakan 1 dari 13 Kabupaten/Kota di Indonesia yang sukes ODF, di NTB kita merupakan Kabupaten yang pertama, empat pilar lainnya tidaklah terlalu sulit, tinggal mengajak merubah prilaku warga. Bagi ASN yang berkerja cepat dan baik ada hadiahnya sampai Rp. 50 juta atau akan dipromosikan, kalau untuk Kades dan Lurah ini kewajiban kita,” jelasnya Bupati.


Bupati juga meminta kepada ASN Pendamping, Pokmas Plus untuk mengajak masyarakat menyalurkan hak pilihnya pada 17 April mendatang. Ajakan ini penting untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam menentukan hak politiknya. Akan tetapi jangan sampai dalam mengajak masyarakat justru mengarahkan memilih salah satu calon presiden atau calon anggota legislatif. 


Ajakan memilih dalam pesta demokrasi itu murni untuk mengajak masyarakat berpartisipasi. Terlebih di KSB, angka partisipasi masyarakat dalam pemilu tidak pernah menyentuh angka 80 persen. Ajakan tersebut merupakan arahan dari Presiden hari Minggu yang lalu di Istana. Kepala Daerah dikumpulkan kemudian mengajak masyarakat memilih calon pemimpinnya lima tahun kedepan. Selain itu untuk menyampaikan program-program dan keberhasilan pemerintah kepada masyarakat.


Ketua Kelompok Kerja STBM KSB, H. Tuwuh, S.AP dalam laporannya menyampaikan, peserta yang hadir dalam Rakor dan pembinaan tim kerja STBM siang hari itu adalah tim kerja STBM tingkat Kabupaten, tim kerja tingkat kecamatan, tim kerja tingkat Desa, ASN Pendamping, agen PDPGR, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.


Tujuan dari rakor dan pembinaan tim kerja ini adalah meningkatkan koordinasi dan kerjasama tim. Menyamakan persepsi dan pemahaman tentang STBM. Termasuk mensukseskan kerja rehab rekon, kampanye larangan pertambangan tanpa izin dan bahaya mercuri serta pendataan warga miskin. Termasuk juga membahas pembiayaan dari kerja kita,” katanya. 


Usai pembukaan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Amry Rakhman, M.Si memberikan materi teknis dan mekanisme tabulasi dari pendataan tim kerja STBM dan program lainnya. (Ibrahim)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © lintasntb.com | Newsphere by AF themes.