Sel. Apr 13th, 2021

LINTASNTB

Dari NTB Untuk Dunia

LBH Cahaya Nusantara Bersama LSM Kabar Bumi Gelar Diskusi Publik

2 min read

SUMBAWA BARAT – Keberadaan perempuan di parlemen diharapkan dapat memberi nilai yang berarti untuk kehidupan perempuan. Pemilu 2019, merupakan pemilu pertama yang diselenggarakan secara serentak, menggabungkan pemilihan anggota legislatif dengan pemilihan Presiden. 


Ajang diskusi publik kali ini di laksanakan atas inisiatif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabar Bumi bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cahaya Nusantara, pada Minggu (31/3) yang bertempat di Kantor LBH Kelurahan Kuang Sumbawa Barat.


Diskusi Publik ini dihadiri pula oleh Ketua KPU Deni Saputra, S. Pd, mantan anggota DPRD KSB Erdawati dan puluhan peserta rata-rata kaum perempuan dan caleg perempuan.


Dalam Diskusi Publik tersebut bertemakan ‘Peran Perempuan Dalam Politik’. Ketua LSM Kabar Bumi Marni Sulastry, SH sekaligus sebagai moderator acara diskusi mengatakan, diskusi publik ini bertujuan merubah mindset para pemilih, betapa pentingnya peran perempuan dalam ajang pemilu yang sebentar lagi akan di helat.


Acara ini pula sebuah alternatif dalam mensukseskan Pemilu 2019, serta tidak menutup kemungkinan diskusi ini merupakan peluang besar bagi meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen. 


“Terlebih melihat fakta, semua partai politik menempatkan lebih dari 30% perempuan dalam daftar Calon anggota legislatifnya, faktanya seluruh mata tertuju pada caleg laki-laki,”katanya.


Surutnya perhatian publik terhadap keterwakilan perempuan di parlemen, menjadi tantangan serius bagi panitia penyelenggara diskusi publik untuk mendorong peningkatan jumlah caleg perempuan yang terpilih dalam Pemilu 2019 nanti.


“Terkait isu minimnya keterwakilan perempuan pada Pemilu 2019, terutama upaya peningkatan keterwakilan Politik perempuan di lembaga legislatif, dihadapkan pada terfokusnya perhatian publik pada kaum laki-laki, sementara waktu pencoblosan yang tersisa tinggal 17 hari lagi,” jelasnya.


Faktor utama yang mempengaruhi peran perempuan dalam politik adalah sistem pemilihan umum, peranan dan fungsi organisasi politik, rendahnya akses perempuan, kurang atau tidak adanya kesempatan perempuan dalam pengambilan keputusan, dan rendahnya posisi tawar perempuan dalam partai politik.


Sementara peran keterwakilan perempuan di parlemen akan menentukan proses dan hasil Pemilu 2019 yang kredibel. Lebih lanjut ada hal yang akan sangat menentukan jalan dan arah politik dimasa depan, pasca penyelenggaraan pemilu. Ia juga menambahkan keterwakilan perempuan sudah di contohkan dijaman Rasulullah SAW.


“Intinya, keterwakilan perempuan dalam berjuang bisa di buktikan pada jaman istri Nabi SAW. Peran perempuan akan mampu mengubah dunia jika berani dalam mengambil sebuah keputusan. Karena ini sangat penting untuk membangun bangsa dan negara,” pungkasnya.


Di tempat yang sama Khaeruddin, S.sy.,SH,.MH Lawyer muda ini mengatakan, peran perempuan dalam proses keterwakilan dalam pemilu 2019 dengan kuota 30% akan mampu mengusulkan regulasi tentang hak perempuan, jika nanti ada keterwakilan perempuan di parlemen.


“Akhir-akhir ini banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumbawa Barat, kasus ini sangat kompleks dan ini akan menjadi PR bagi keterwakilan perempuan jika terpilih nanti,” ungkapnya singkat. (Ibrahim)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © lintasntb.com | Newsphere by AF themes.