Netralitas Oknum Polisi Hanya Disuara, Padahal Nyatanya Tidak

Share and Enjoy !

JAKARTA – Group whatsapp “PILPRES 2019” yang berisikan anggota kepolisian yang memihak kepada Capres dan Cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf. Hal ini, upaya yang dilakukan oleh kubu 01 karna takut menerima kekalahan sehingga oknum kepolisian ikut terlibat dalam momentum ini. Ini adalah salah satu cara membuat negara kita pecah belah.


“Ini yang terlibatkan polisi, sudah jelas bahwa mereka itu tidak paham dengan aturan yang berlaku,”kata sunardiriuz di Jakarta (31/03).


“Kami akan cek kebenaran isu itu. Bila terbukti benar ada oknum anggota Polri yang terlibat sesuai dengan fakta hukum pasti akan ada tindakan,”kata Polri Brigjen Dedi Prasetyo selaku Karopenmas Divhumas, Jumat (29/03/2019).


grup WA bernama PILPRES 2019 itu mempunyai 43 anggota termasuk Kapolres dan Kapolsek di Bima. Percakapan di grup itu dibocorkan oleh salah satu anggota yang telah dikeluarkan.


Dalam salah satu percakapan tertulis, seorang polisi AKBP EA menyampaikan bahwa para Kapolsek akan dievaluasi jika pasangan Jokowi-Ma’ruf kalah di wilayahnya. Bahkan, dalam percakapan itu ada target kemenangan bagi Jokowi-Ma’ruf.


“Kapolsek yang wilayahnya kalah akan dievaluasi oleh Kapolda. Ini serius. Jadi tolong dukungannya secara ikhlas dan sadar diri karena kita berjuang untuk institusi berarti juga memperjuangkan nasib kita sendiri. Target minimal 60 persen,” tegasnya di Group WA Pilpres 2019.


Para Kapolsek juga diperintah untuk memasang baliho bergambar Jokowi-Ma’ruf di setiap Desa dan Kelurahan. Selanjutnya, baliho yang sudah terpasang agar dilaporkan melalui grup WA itu.


“Para Kapolsek tolong agar buat baliho 01 di tiap-tiap Desa/Kelurahan. Minimal 1 baliho per Desa/Kelurahan. Dan kirim laporannya di grup ini,” tuturnya. (Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *