Dandim Lakukan Apel Pengecekan Fasilitator RB, RS, RR Korban gempa

Share and Enjoy !

SUMBAWA BARAT –  Dandim 1628/ Sumbawa Barat, Letkol Czi. Eddy Oswaronto, ST melakukan rapat pengecekan rumah yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, pada Senin, 1 April 2019 pukul 07.30 Wita yang bertempat di halaman kantor BPBD Jln. Undru lingkungan Bosok Kelurahan Menala Kecamatan Taliwang KSB.


Apel pelaksanaan pengecekan fasilitator penanganan rumah korban gempa untuk katagori rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.


Kegiatan apel pengecekan fasilitator dikuti oleh seluruh fasilitator KSB, rekompak, ASN pendamping, BPBD, unsur TNI, POLRI , perwakilan BRI serta peserta apel lainnya yang berjumlah sekitar 538 orang yang dipimpin oleh Dandim 1628/SB.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Sumbawa Barat H Abdul Azis S.H , M.H, (Mewakili Bupati Sumbawa Barat), Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa, S Ik, M.H, Kalak BPBD KSB Ir. Lalu Azhar, MM, Kadis PUPR, Amar Nurmansyah, ST, Kepala BPMD Drs Mulyadi MM, Kepala Bappeda, Pinca KCP BRI Taliwang.


Hair pula para Danramil dan Pa Staf jajaran Kodim 1628/SB, Para Kapolsek jajaran Polres Sumbawa Barat, para Camat se KSB, Korwil Fasilitator KSB, Para Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah, Kades, Para ASN Pendamping, Ketua Pokmas se KSB, serta undangan lainnya.


Arahan Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, S.T mengatakan tidak ada kenaikan progres pembangunan khusus rumah rusak berat di KSB ini sementara anggaran sudah turun 100% di BRI, pencairannya masih lamban, dia berharap untuk segera menyelesaikan administrasinya.


Semua harus berjalan cepat baik progres fisik dan anggaran, kita semua ikut bertanggung jawab untuk mempercepat proses ini, untuk rusak sedang dan ringan sudah ada peningkatan progresnya.


“Jika ada kendala yang menghambat dilapangan silahkan disampaikan kepada kami, jika ada yang tidak sesuai prosedur laporkan dan akan diproses,” katanya.


Ia menjelaskan semuanya sudah diatur, pembangunan ini ada batas waktunya bukan santai-santai, maka dari itu kita harus percepat progresnya.


Tambahnya Yon Zipur yang didatangkan kesini untuk menangani khusus rumah rusak berat, tapi selama ini belum ada progres signifikan yang kita lihat, ini karena ada kendala dilapangan baik berupa material maupun administrasi sehingga pembangunan belum bisa dilakukan. Untuk itu agar semua yang bertanggung jawab dalam hal ini saling berkoordinasi agar pembangunan bisa berjalan. 


Selama ini yang jadi masalah yaitu persoalan SPJ yang prosesnya terlalu lambat, untuk saat ini tim rekompak sudah ditarik oleh pusat sehingga pengendalian diserahkan kepada rekompak Provinsi/Kabupaten, maka dari itu kita semua akan bertanggung jawab. 


Di wilayah kita rumah rusak berat jumlahnya tidak banyak dibanding wilayah lainnya untuk itu agar pembangunan rumah rusak berat agar dipercepat. Anggaran Ini ada batas waktunya sampai dengan tanggal 12 April 2019, maka dari itu agar sebelum tanggal itu agar seluruhnya sudah terserap dan progres dapat dipercepat. Untuk itu agar tanggal 6 april 2019 dana sudah tersalurkan ke rekening korban dan selanjutnya ke rekening Pokmas. 


Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa S. Ik, M.H yang dalam arahannya menjelaskan awalnya penanganan gempa di Kabupaten Sumbawa Barat yang paling baik dibanding wilayah lainnya, namun sekarang kita sudah kalah dengan Kabupaten Sumbawa.


“Kita ditargetkan bagaimana proses rekon cepat selesai karena tanggal 10 akan dilakukan pengecekan oleh Presiden RI, otomatis sebelum tanggal tersebut antara tanggal 8 atau 9 april Panglima TNI dan Kapolri pasti akan melakukan pengecekan. 


Apabila penanganan ini lambat sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan maka uang bantuan korban gempa ini bisa ditarik kembali ke Pusat. Maka dari itu ini tugas kita semua, tugas kemanusiaan yang kita lakukan, ini kita sudah dibantu oleh Yon Zipur yang khusus datang untuk percepatan pembangunan rumah rusak berat. 


“Kita harus bisa mengejar percepatan pembangunan, inventarisir kendala dilapangan dan kita carikan solusi bersama sehingga bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.


Setelah apel ini silahkan masing-masing pokmas disepakati tehnis penanganan rusak berat agar bagaimana proses transfer dana dan pembangunan dapat dipercepat. 


Untuk teman kita Yinzipur banyak tapi gak bisa bekerja karena tidak ada bahan, saya minta agar pak Kalak BPBD dan temen-temen bagaimana caranya kita menyediakan bahan.


Ia minta dalam waktu 2 minggu kedepan progres pembangunan dapat diselesaikan, ini sudah cukup lama kurang lebih sudah 8 bulan tapi kita masih tertinggal dibanding Kabupaten lain. 


Mari kita sukseskan misi kemanusiaan di Kabupten Sumbawa Barat ini. Kita harus menjadi yang terbaik dari pada Kabupaten yang lain. 


Sekda KSB H Abdul Azis SH MH dalam arahannya menuturkan bahwa Babinsa dan Bhabinkamtikmas punya wilayah kerja, dalam wilayah kerjanya itu pasti ada pokmas mungkin 2 atau tiga maka dari itu agar pokmas itu dipegang. 


ASN Pendamping juga mendampingi Pokmas, untuk itu agar dipegang dan tingkatkan koordinasi ke stakeholder terkait.


Dia mengatakan nanti Para Babinsa, Bhabinkamtibmas dan ASN Pendamping akan dimintai laporannya oleh Dandim, Kapolres dan Bupati. Makanya disiapkan berapa data rumah yang rusak dan berapa yang sudah ditangani.


Akan dilakukan rapat evaluasi kembali dengan menghadirkan semua ASN Pendamping, kita ingin lihat progresnya. 


“Mari kita bekerja dan berikhtiar untuk pembangunan korban gempa di Kabupaten Sumbawa Barat,” uraianya.


Sekedar informasi bahwa pihak BRI KCP Taliwang siap melayani pencairan dana khusus korban gempa di wilayah KSB tampa batas waktu baik itu hari libur tetap buka. (Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *