Beberapa Kebutuhan Pokok di 3 Pasar KSB Mengalami Kenaikkan

Share and Enjoy !

Sembako

Kerja sama Diskominfo KSB dan Media Online lintasntb.com



SUMBAWA BARAT – Harga kebutuhan pokok yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada beberapa Minggu terakhir mengalami kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan harga beberapa kebutuhan pokok di pasar rakyat, toko pengecer dan barang strategis pada awal bulan Mei 2019.


Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa Barat (Diskoperindag) melalui bidang Perdagangan berdasarkan laporan perkembangan harga sembako bahwa harga beras kualitas premium berbagai merek berkisar RP 11.000-12.000/ Kg, gula pasir di toko modern berkisar diangka 12.000/Kg.


Sementara untuk minyak goreng berbagai merek pada toko modern berkisar Rp. 15.000-16.000/Kg sedangkan harga minyak goreng kemasan di 3 pasar di KSB sekitar Rp.9.000/600 ml. Untuk bawang putih mengalami kenaikan harga dari Rp. 60.000/Kg menjadi Rp. 81.667/Kg. Penomena kenaikan harga bawang putih terjadi skala nasional dan upaya Dinas Koperindag KSB telah mengkomunikasikan tengan pokja, bahan pokok dan konsultasi teknis dengan kadis perdagangan Provinsi terkait upaya penanggulangan harga tetapi ini karna terjadi skala nasional maka pihaknya menunggu imfor dari Henan Cina.


Cabe merah keriting mengalami kenaikan harga dari Rp. 21.667/Kg menjadi Rp 43.333/Kg. Kenaikan cabe merah keriting terjadi karna stok barang kurang dan pihak Dinas sudah mengkomunikasikan dan konsultasi teknis dengan kadis perdagangan Provinsi untuk penanggulangan bahan pokok. Ada juga cabe rawit merah mengalami kenaikan harga dari Rp. 38.333/Kg menjadi Rp. 58.333/Kg dan ini sudah di komunikasikan dengan Dinas Perdagangan Provinsi untuk penanggulangan bahan pokok.


Cabe merah biasa juga mengalami kenaikan harga dari Rp. 30.000/Kg menjadi Rp. 40.000/Kg, harga daging sapi mengalami kenaikan harga dari Rp. 120.000/Kg menjadi Rp. 125.000/Kg. Ayam Broiler/ayam Ras masih stabil dikisaran harga Rp.45.000/Kg dan terakhir Tomat mengalami kenaikan harga dari Rp. 12.667/Kg menjadi Rp. 18.000/ Kg.

Inilah harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan di 3 pasar yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Pasar Seteluk, Taliwang dan pasar Maluk. Untuk persentase yang mengalami kenaikan 42.11% atau 5,333. Selanjutnya yang mengalami kenaikan persentase tertinggi 100%  atau 21,667. Sebanyak 52,17% mengalami kenaikan atau 20,000 untuk cabe rawit merah, adapula yang mengalami kenaikan sebanyak 36,11%  atau 21,667 untuk bawang putih. Terakhir yang mengalami kenaikan sebanyak 35,42% atau 5,667 untuk cabe rawit hijau.


Di temui diruang kerjanya Kepala bidang Perdagangan, Rahadian mengatakan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok ini terjadi karna hukum pasar yang tidak bisa di tekan oleh siapapun. Di sana berlaku hukum pasar dan para pedagang yang memainkan harga.


Tim media ini melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok ke pasar Taliwang KSB, disana tim menanyakan langsung harga kebutuhan pokok ke pedagang yang bernama ibu Minah, dia mengakui bahwa harga bawang putih dari Rp. 60.000 menjadi 100.000, sementara itu di pedagang lain ibu Yati mengatakan bahwa harga tomat yang dari 12,667 menjadi 50.000 dan cabe rawit merah dari 38,333 menjadi 60.000.


Muhammad Hatta ketua fraksi PAN DPRD Sumbawa Barat

Di temui secara terpisah Muhammad Hatta ketua fraksi partai amanat nasional (PAN) meminta kepada Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM untuk memerintahkan Dinas terkait melakukan pengendalian harga pasar.


Ia juga mengatakan bahwa Dinas tersebut harus turun ke lapangan dengan kondisi ini pihaknya meminta pemerintah harus hadir di tengah masyarakat untuk memantau harga pasar.


“Negara harus hadir dan pengalaman ini terjadi setiap tahunnya, sebenarnya harus di antisipasi jauh-jauh hari sebelumnya,” jelas Bos A sapaan akrabnya.


Dan sebelum ini pihaknya sudah mengingatkan Pemerintah Daerah jauh-jauh hari terkait harga pasar yang bakalan naik menjelang bulan suci Ramadhan ini. (Ibrahim/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *