Sel. Apr 13th, 2021

LINTASNTB

Dari NTB Untuk Dunia

Polres KSB Adakan Apel Gelar Operasi Ketupat Gatarin 2019 Dan Pemusnahan BB

4 min read
Sumbawa Barat – Bertempat di Lapangan Apel Polres Sumbawa Barat telah berlangsung apel gelar pasukan dalam rangka operasi Ketupat Gatarin 2019 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sumbawa Barat yaitu pada Selasa, (28/5) sekitar pukul 08.00 Wita.

Hadir dalam apel gelar pasukan tersebut yakni Wakil Bupati Sumbawa Barat, Dandim 1628, Kapolres Sumbawa Barat, Wakil Ketua DPRD, Sekda Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Dinas Perhubungan, Kasat Pol PP, Kepala Dinas Kesehatan, Kalak BPBD, Kepala ASDP Poto Tano, Para Kabag, Para Kasat, Danki Brimob Sekongkang, Para Kapolsek Jajaran, Jasa Raharja, Pleton TNI, Pleton Brimob, Pleton Lantas, Pleton Staff Polres, Pleton Resintel, Pleton Pol PP, Pleton Dinas Perhubungan dan Pleton Sekom.

Adapun rangkaian apel Gelar Pasukan dalam rangka operasi ketupat gatarin 2019 tersebut pimpinan apel membacakan amatan Kapolri pada apel gelar pasukan Ops ketupat 2019 yakni pertama Operasi Ketupat Tahun 2019, yang akan digelar selama 13 hari, mulai Rabu dini hari tanggal 29 Mei 2019, sampai dengan hari Senin tanggal 10 Juni 2019, memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya. 

Operasi Ketupat Tahun 2019 akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu Tahun 2019. Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 semakin kompleks. 

Sejalan dengan hal tersebut, berbagai gangguan terhadap stabilitas kamtibmas berupa aksi serangan teror, baik kepada masyarakat maupun kepada personel dan markas Polri berbagai
kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, dan premanisme, aksi intoleransi dan kekerasan, seperti aksi sweeping oleh ormas, gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara.

Ada juga permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dan bencana alam, namun tetap menjaga potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal dalam operasi Ketupat Tahun 2019.

Operasi Ketupat Tahun 2019 akan diselenggarakan di seluruh Indonesia dengan 34 Polda dengan 11 Polda prioritas, yaitu Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumatra Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Bali, dan Polda Papua. 

Operasi akan melibatkan 160.335 personel gabungan, terdiri atas 93.589 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel Kementerian dan Dinas terkait, 11.720 personel Satpol PP, 6.913 personel Pramuka, serta 16.076 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Akan digelar 2.448 Pos Pengamanan, 764 Pos Pelayanan, 
174 Pos Terpadu dan 12 lokasi check point sepeda motor, pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. 

Objek pengamanan dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, antara lain berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.

Analisis dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2018 menujukkan tingkat keberhasilan yang sangat baik. Koordinasi dan kerja sama sinergis seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2018 juga mendapatkan apresiasi positif dari publik. 

Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya aksi serangan teror, dapat ditekannya gangguan kejahatan yang meresahkan masyarakat maupun aksi intoleransi dan kekerasan, serta terpeliharanya stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat. Keberhasilan juga diwujudkan dengan kelancaran arus mudik dan arus balik berkat ketersambungan Tol Trans Jawa dari Banten hingga Jawa Timur, ketepatan strategi dalam manajemen rekayasa lalu lintas, serta capaian aspek keselamatan berlalu lintas, berupa penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia hingga 37%. 

“Saya memiliki keyakinan dan harapan bahwa keberhasilan yang telah diraih dalam Operasi Ketupat Tahun 2018 akan dapat ditingkatkan di tahun 2019 ini. Polri didukung TNI dan seluruh 
pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, akan bekerja keras dan mengerahkan segenap sumber daya dalam pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 
2019,” jelasnya.

Berbagai upaya cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Tahun 2019 juga telah dilaksanakan dengan baik. Selain itu, berbagai infrastruktur pendukung juga telah dipersiapkan secara optimal oleh Pemerintah. Mulai dari Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatra, berbagai bandara dan pelabuhan laut, serta jalan dan infrastruktur pendukung lainnya. Dalam kaitan tersebut, Apel Gelar Pasukan ini diselenggarakan secara serentak, mulai dari tingkat Markas Besar hingga ke Polres jajaran. 

Ada 2 tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan apel gelar pasukan ini yaitu Pertama, apel gelar pasukan diselenggarakan untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, dan seluruh aspek operasi, termasuk sinergisitas dan soliditas komponen penyelenggara. Kedua, apel gelar pasukan diselenggarakan dengan maksud untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan operasi kepada publik, sehingga akan menumbuhkan ketenangan, rasa aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Untuk mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan tugas, saya akan menyampaikan beberapa perhatian untuk menjadi pedoman, sebagai berikut Pertama, persiapkan secara optimal seluruh aspek penyelenggaraan operasi. Hal tersebut bertujuan agar operasi dapat terselenggara dengan sukses, aman, dan lancar, Kedua, terus pertahankan kesiapsiagaan dan 
kewaspadaan seluruh personel dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan operasi, Ketiga, terus jaga dan pelihara soliditas dan sinergisitas seluruh komponen penyelenggara operasi.

Hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat mencederai keberhasilan pelaksanaan tugas serta Keempat, laksanakan setiap penugasan dengan penuh semangat, kebanggaan, dan tanggung jawab, demi keberhasilan pelaksanaan operasi. 

Sebelum mengakhiri amanat ini, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh personel dan pemangku kepentingan yang akan terlibat 
dalam Operasi Ketupat Tahun 2019. Teriring doa semoga perjuangan dan pengabdian yang saudara wujudkan dalam pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019, menjadi 
catatan amal ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Tidak lupa, menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, saya mengucapkan “SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”.

Setelah pembacaan amanat dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti Miras oleh Kapolres Sumbawa Barat didampingi Wakil Bupati, Sekda, Dandim, Kadis Dikes, Kasat Pol PP, Kadis Perhubungan, Jasa Raharja, Kepala ASDP Poto Tano. Dengan total barang bukti miras yang dimusnahkan yaitu sebanyak 1.505 botol dengan rincian sebagai berikut, 368 botol miras jenis arak, 455 botol miras jenis brem, 70 botol miras jenis tuak dan 612 botol miras jenis bir bintang. (Ibrahim)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © lintasntb.com | Newsphere by AF themes.