Bupati Lombok Utara Canangkan BBGRM Ke XVI

Share and Enjoy !

LOMBOK UTARA – Upacara bendera paripurna kabupaten Lombok Utara yang dilaksanakan pada hari jum’at 21 juni 2019 di lapangan kantor camat pemenang  yang dirangkaikan dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) Ke XVI serta Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ( HKG –  PKK ) Ke – 47. Hadir Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Ahyar, SH,MH sekaligus bertindak sebagai Pembina upacara dan hadir dalam upacara tersebut Kepala Kantor Kemenag KLU H.Muksin,SH,M.Pdi, Sekda KLU H.Suardi,SH,MH, unsure FORKOPIMDA, Pimpinan OPD,  Tim Penggerak PKK , para camat se Kabupaten Lombok Utara, Tokoh asyarakat, Pemuda.  Yang menjadi peserta upacara ASN di Lingkup Pemda dan Kemenag KLU, para pelajar  serta anggota satpol PP dan Damkar.


Mengawali pidatonya, Bupati Lombok Utara mengungkapkan bahwa dipilihnya kecamatan Pemenang sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan merupakan salah satu bentuk penghargaan atas prestasi kecamatan Pemenang Barat sebagai  juara pertama Lomba BBGRM ke 16 tahun 2019 tingkat kabupaten Lombok Utara dan atas prestasi tersebut kecamatan pemenang barat mewakili kabupaten Lombok Utara pada Lomba Desa dan Kelurahan di tingkat provinsi. Dan nilai – nilai gotong royang tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari budaya bangsa yang perlu dilestarikan. 


Lebih jauh H.Najmul Ahyar mengajak kepada seluruh masyarakat agar dapat menanamkan serta meningkatkan semangat gotong royong untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan di desa karena kedepannya membangun daerah Lombok Utara dilaksanakan dengan cara bermusyawarah serta gotong royong dalam bekerja. Untuk itu momentum Bulan Bhakti Goyong merupakan untuk meningkatkan kita tentang arti penting gotong royong, terutama bagi generasi penerus masa depan bangsa dan bukan hanya sekedar wacana namun diajarkan melalui praktik – praktik yang nyata.


Dengan diterbitkannya undang – undang no 6 tahun 2014 tentang Desa, telah memberikan semangat baru kepada desa melalui dua pendekatan yaitu  “ Desa Membangun dan Membangun Desa “. Hal ini merupakan model yang membedakan antara pembangunan  desa yang menempatkan desa sebagai subyek pembangunan dan pembangunan desa yang menjadi domainnya pemerintah. Pembangunan desa merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pegembangan potensi ekonomi local serta pemanfaatan sumbaer  daya alam lingkungan secara berkelanjutan.


Usai menyampaikan pidato, Bupati Lombok Utara memukul gong sebagai tanda kegiatan BBGRM ke XVI dimulai disertai pelepasan burung merpati serta penyerahan alat – alat gotong royong kepada para camat.  ( Msj )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *