Gubernur NTB Minta Masyarakat Bima Lestarikan Pacuan Kuda

Share and Enjoy !

KABUPATEN BIMA – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana membuka acara Lomba Pacuan Kuda Kapolda Cup 2019 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73 dan HUT Kabupaten Bima ke-379 di Arena Pacuan Kuda, Desa Panda,  Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, (6/7/2019).


Kedatangan Gubernur NTB disambut dengan tarian khas Mbojo yaitu Buja Kadanda yang menggambarkan pertarungan pejuang-pejuang Mbojo.


Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan bahwa pacuan kuda ini adalah sebuah tradisi yang diselenggarakan secara turun-temurun sejak zaman dahulu tetap terjaga hingga saat ini.


“Ini adalah tradisi nenek moyang kita yang harus kita lestarikan sebagai salah satu kekayaan dari NTB, pacuan kuda ini juga sebagai salah satu hiburan masyarakat NTB dan Bima pada khususnya,” kata Gubernur NTB.


Ia mengungkapkan bahwa pacuan kuda ini juga sebagai ajang silaturrahmi dan bersuka ria masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bima.


Pada saat itupula Gubernur bercerita tentang seorang yang ingin bunuh diri karena tidak bisa bahagia namun mengurungkan niatnya karena melihat orang yang tidak lengkap fisiknya namun tetap berbahagia.


“Ada sebuah cerita tentang orang yang ingin bunuh diri dengan terjun dari lantai 15 sebuah gedung, pada saat sampai di atas ia melihat seorang yang tidak memiliki kedua tangan namun ia sangat berbahagia menari lenggak-lenggok, karena melihat kejadian itu, ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri,” ceritanya.


Gubernur menjelaskan bahwa alasan orang tersebut mengurungkan niatnya adalah orang tersebut berfikir buat apa ia bunuh diri, orang yang tidak punya fisik lengkappun bisa bahagia, kenapa ia tidak bisa.


“Orang inipun kaget ketika bertanya kepada orang yang fisiknya tidak lengkap, kenapa ia bisa bahagia berlenggak lenggok seperti itu, jawabannya mengejutkan ia berlenggak lenggok bukan karena bahagia, namun karena punggungnya gatal,” jelas Gubernur.


Sontak ceritanya itu membuat seisi lapangan tersebut dipenuhi oleh gelak tawa masyarakat yang khusuk mendengar ceritanya dari awal.


“Dari cerita ini, bisa kita dapatkan bahwa orang yang kita lihat bahagia belum tentu bahagia tapi saya berharap masyarakat yang hadir di tempat ini benar-benar berbahagia,” terang Doktor Zul.


Kapolda NTB dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur NTB yang telah menyempatkan diri untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara tersebut.


“Terimakasih kepada Gubernur NTB dan semua pihak yang hadir dalam acara ini, acara ini adalah momen yang sangat spesial karena baru kali ini pesertanya sangat banyak yaitu 649 peserta dan bahkan ada yang dari luar NTB yaitu Sumba NTT, hal ini menjadi kebanggaan untuk masyarakat Bima, kami berharap kegiatan ini akan terus-menerus meriah seperti ini,” kata Kapolres Bima.


Lihat Berita Lintas NTB di Twitter : 



Ia berharap untuk tahun-tahun kedepannya Polda NTB bersama Kabupaten Bima terus berkolaborasi seperti ini karena acara ini bukan hanya untuk melestarikan budaya saja, tapi acara ini dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan akan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *