Merasa Geram, Penambang PETI Turunkan Lumpur Emas Di Depan Kantor Bupati

Share and Enjoy !

Penambang saat menurunkan lumpur Sisa Tong
Sumbawa Barat – Buntut dari ketidak jelasan nasib para penambang liar di Kabupaten Sumbawa Barat yang masih menunggu kejelasan dari pemerintah, Membuat mereka protes dan melakukan aksi pembuangan lumpur di depan Kantor Bupati Sumbawa Barat.
aksi tersebut sebagai protes, ada sekitar sembilan orang yang mengatas namakan diri sebagai aksi solidaritas tambang rakyat KSB yang datang dari Desa persiapan Lamunga, Kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Seteluk.
Kedatangan mereka ke gedung Graha Fitrah Kantor Bupati Sumbawa Barat yang terletak di Lingkungan KTC Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat menggunakan mobil Pick UP L300 warna hitam nopol EA 8626 HZ untuk menaburkan belasan lumpur karung emas.
Kedatangan kami ini sebagai bentuk pembertahuan kami kepada pemerintah daerah, karna persoalan penambangan belum ada jalan keluarnya sampai saat ini,” jelas Baharuddin saat menurunkan belasan lumpur hasil pengolahan emas yang sudah diisi dalam karung ukuran 10 Kg di depan kantor Bupati KSB, Sabtu pagi, (28/9).
Ia mengatakan, aksi yang kami lakukan ini sebagai bentuk protes para penambang terhadap pemerintah yang sampai saat ini tidak memberikan kepastian terkait aktifitas PETI yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.
Sambung Burhanuddin, selain itu juga sering terjadinya kelangkaan bahan-bahan pengolah emas seperti CN, karbon dan air raksa sehingga sampai saat ini, penambang tidak bisa melakukan pengolahan emas baik menggunakan gelondong maupun tong.
Untuk memedamkan amarah warga, Kapolsek Taliwang dan Kasat Pol PP melakukan negosiasi dan penggalangan kepada para penambang untuk menaikan kembali lumpur ke kendaraan yang diletakan di depan kantor Bupati.
Penambang setuju menaikkan lumpurnya, Namun meminta kepada Pemerintah agar segera memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh para penambang dan apabila tidak ada solusi yang diberikan, maka para penambang akan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati dan Kantor DPRD KSB secara besar-besaran.
Berdasarkan pantauan media di lapangan setelah negosiasi selesai penambang meninggalkan kantor Bupati dengan tertib dan situasi aman kembali. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *