Sinergi Turunkan Kemiskinan, Pemprov dan Pemkab Kolaborasi Data

Share and Enjoy !

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus meningkatkan sinergi menurunkan angka kemiskinan di NTB. Berbagai macam pola dan strategi akan dilakukan oleh pemerintah. Selain memaksimalkan program-program unggulan, yang diharap akan memiliki dampak besar terhadap percepatan penurunan angka kemiskinan, pemerintah juga akan melakukan koordinasi untuk melakukan revalidasi data kemiskinan di masing-masing kabupaten/kota di NTB.

Hal itu dikemukakan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si saat memimpin diskusi terbatas, “Membedah Program Unggulan untuk Pengentasan Kemiskinan” bertempat di Kantor Harian Suara NTB, Kamis (17/10). Dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa dan Sumbawa Barat beserta OPD terkait kabupaten/kota di NTB.

Menurut Sekda, revalidasi terhadap data kemiskinan di kabupaten/kota se-NTB, merupakan gagasan strategis yang disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur. Karena berdasarkan pengalaman di Lombok Timur, ada sejumlah data penduduk yang seharusnya menjadi masyarakat miskin masih ada dalam data tersebut. Fakta ini terlihat setelah adanya evaluasi di Lombok Timur. Terdapat 2.000 jiwa keluar dari penerima PKH. Dengan cara memproklamirkan diri dan penandatanganan berita acara bahwa mereka tidak akan menerima lagi PKH.

“Ini yang menarik dalam mengokohkan komitmen kita melakukan percepatan penurunan kemiskinan, pemutakhiran data kemiskinan,” ujarnya.

Iswandi menambahkan, selain revalidasi data, intervensi pengentasan kemiskinan melalui program-program unggulan Pemerintah Provinsi NTB juga harus gencar dilakukan. Selain itu, Pemprov juga akan melakukan evaluasi terhadap sejauh mana progres dari kerjasama-kerjasama yang telah ditandatangani dan disepakati antara provinsi dan kabupaten/kota dalam sinergi menurunkan angka kemiskinan di NTB. Semua MoU yang ada saat ini akan terus diperkuat dan dievaluasi untuk terus dilakukan optimalisasi dalam pelaksanaannya. Baik dari sisi intervensi penganggaran dari provinsi terhadap masalah yang telah disepakati dan yang berkaitan dengan program-program unggulan.

“Sinergi akan kita perkuat dengan evaluasi seperti yang diusulkan dari Lombok Timur, ini akan kita perkuat dan MoU yang sudah ada akan kita evaluasi untuk dioptimalkan,” ujarnya.

Selain itu ke depan juga perlu ada pertemuan-pertemuan untuk menindaklanjuti agar program unggulan kabupaten/kota dengan provinsi sama-sama menuju pada sasaran yang efektif, agar tersalurkan kepada orang-orang yang jelas menerimanya.
LNG02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *