WSTF Minta Pemerintah Daerah Serius Susun Raperda RIPARDA

Share and Enjoy !

Ketua WSTF KSB Ruslan Bolin
Sumbawa Barat – West Sumbawa Tourism Forum (WSTF) minta pemerintah Daerah serius menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). 
Ketua WSTF KSB Ruslan Bolin menilai perkembangan pariwisata KSB belum signifikan. Konsep pengembangan pariwisata KSB cendrung berubah-ubah setiap tahun sehinggga tidak ada destinasi prioritas yang diunggulkan. Begitu juga dengan target pasar yang belum terarah hingga tidak jelas target capaian yang diharapkan selama ini.
‘’Sudah saatnya KSB berbenah, KSB sekarang bukan lagi masih di tataran konsep namun pariwisata harus menjadi industri atau bisnis. Kita butuh trobosan baru untuk bisa menyaingi tetangga kita Bali atau Lombok, minimal menyamai mereka. WSTF sebagai organisasi  yang fokus pada pengkajian keparwisataan melihat RIPARDA sangat penting sebagai kiblat pengembangan pariwisata di KSB, untuk itu harus diprioritaskan’’ jelasnya.
Bolin sapaan akrabnya melanjutkan, ada 9 point penting yang berhasil dirumuskan oleh WSTF dalam melihat faktor-faktor penghambat perkembangan pariwisata di KSB.
Persoalan tersebut menyangkut kondisi yang dialamai pelaku-pelaku pariwisata, kelomok sadar wisata serta pihak terkait. 
‘’Kami WSTF aktif sejak 2008. Kami sudah merumuskan 9 persoalan yang kami temui di lapangan yang menghambat perkembangan pariwisata KSB. Sebagai organisasi yang melakukan pengkajian, kami juga memberikan solusi. Kami berharap pemerintah daerah memberikan kami ruang untuk meyampaikan solusi-solusi tersebut untuk kemajuan pariwisata KSB,” tandasnya.
Bolin menegaskan, WSTF berkomitmen untuk terus mengawal proses penyusunan raperda RIPARDA tersebut. Ia menambahkan, hal ini juga dia pandang sebagai keterbukaan atas informasi publik. 
‘’Kami tidak hanya akan menunggu RIPARDA ini jadi. Kita akan pro-aktif, tentu saja dengan menghargai semua proses, kita jalankan semua sesuai tufoksi kita,” katanya, Selasa (10/12).

Ia juga menambahkan, Kita ini butuh trobosan untuk bisa menjadi penyanggah pariwisata lombok, sebagaimana yang di lakukan sengigi di era tahun 90an, untuk menjadi daerah penyanggah pariwisata pulau lombok kita butuh kerja keras membangun segala aspek yang diperlukan. Di mana pada saat itu sengigi menjadi penyanggah pariwisata Bali
Semenetara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Kabupaten Sumbawa Barat Dr. Zainuddin, S.H., M.H mengatakan, Naskah Akademiki (NA) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPARKAB) Kabupaten Sumbawa Barat sudah diajukan.
‘’Naskah Akademik (NA) tersebut sudah kita ajukan pada awal 2019. Sekarang draftnya sudah ada. Kita tinggal menunggu pembahasan berdasarkan kalender di Dewan,’’  tuturnya kepada media ini.
Sambung Zainuddin, Saat ini kita juga lakukan perbaikan-perbaikan naskah draftnya.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KSB Aheruddin Sidik, SE.,ME saat di konfirmasi media di ruang kerjanya.
‘’Rancangan RIPARDA atas usulan pemerintah daerah sudah masuk namun belum bisa masuk ke pembahasan,” katanya.
Aher sapaan akrabnya menjelaskan hal tersebut dengan pertimbangan belum finalnya perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Ia menjelaskan, bahwa pembahasan perda RIPARKAB akan dilakukan setelah finalnya perubahan RTRW KSB.
‘’RIPARKAB belum masuk agenda pembasan kami karena belum finalnya perubahan perda RTRW. Untuk pembahasan direncanakan akan di masukkan ke masa sidang I tahun 2020,” pungkasnya. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *