Bupati KSB : Kepala Desa Harus Membangun SDM Dan Jaga Aset Desa

Share and Enjoy !

Sumbawa Barat – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM pada Jum,at pagi telah melantik dan mengambil sumpah janji ke 23 Kepala Desa Terpilih hasil pemilihan Kepala Desa serempak gelombang ke tiga Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2019 (20/12).
Pelantikan dilakukan di lantai 3 gedung graha praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat yang di hadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin ST, Dandim 1628/SB Eddy Oswaronto ST, Wakapolres Sumbawa Barat Kompol. Teuku Ardiansyah, SH, Ketua DPRD Kaharuddin Umar, Wakil Ketua DPRD, Kejaksaan Sumbawa Barat yang diwakili oleh I Nengah Ardika, SH., MH, Ketua PKK, GOW, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat.
Sebelumnya, dibacakan petikan surat keputusan Bupati untuk 23 Kepala Desa terpilih, Setelah itu langsung pengambilan sumpah janji kepada Kepala Desa terpilih yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat.
Pembacaan Pakta Integritas dan penandatanganan fakta integritas yang dipimpin oleh Kepala Desa Belo Kecamatan Jereweh KSB.
Bupati Sumbawa Barat Dr Ir. H. W. Musyafirin, MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada penjabat Kepala Desa yang sudah menghantar pemilihan Kepala Desa ditempatnya berjalan dengan baik.
Ia juga menyampaikan selamat kepada Kepala Desa terpilih yang ada di 23 Desa Kabupaten Sumbawa Barat. Dia juga mengatakan, Semoga semua Kepala Desa terpilih bisa menerapkan zona integritas di masing-masing Desanya, zona integritas tidak akan dicapai apabila kita tidak melayani dengan bersih dan transparan masyarakat kita.
“Pemerintah harus hadir untuk melayani, jangan membuat aturan Desa yang akan menyulitkan pemerintah di Desa,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, Kita ini sudah terlalu banyak aturan dan jangan sampai membuat aturan yang membuat kita susah nantinya. Dia juga berpesan kepada Kepala Desa untuk membangun sumber daya manusia yang ada di Desa dan selalu jaga aset Desa.
Dia meminta kepada Kepala Desa terpilih untuk merangkul kembali masyarakat yang ada di desanya. “Jangan membuat perbedaan di tengah masyarakat, karna itu akan menyulitkan kita semua untuk membangun desa dan Sumbawa Barat,”  ujarnya.
Jangan ketika kita ada kekuasaan kita menjadi semena-mena kepada masyarakat.
Dia berharap agar pemerintah Desa bisa menciptakan rasa aman dan nyaman untuk masyarakatnya. Dan kita juga harus taat kepada aturan dan Undang-undang yang berlaku. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *