Karang Taruna Kecamatan Pujut Geram, Siap Aksi di KEK Mandalika

Karang Taruna Kecamatan Pujut Geram, Siap Aksi di KEK Mandalika

Share and Enjoy !

Lombok Tengah – Polemik pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kian tak berujung, mulai dari pembebasan lahan, pengangkatan Komisarisnya yang pro kontra sampai dengan perekrutan tenaga kerja.

Hal tersebut membuat Karang Taruna Kecamatan Pujut geram, ia menilai saat ini pelibatan terhadap pemuda atau masyarakat setempat cukup minim. Melalui Kepala Bidang Pariwisata Berkelanjutan Tantowi Surahman mengkritik PT. ITDC selaku pengembang kawasan tersebut “ITDC maupun pemerintah masih enggan memperhatikan kami, bahkan mereka terkesan Pemberi Harapan Palsu (PHP) terhadap kami, dulu katanya untuk merekrut Tenaga khsusus Official Motto GP akan memprioritaskan kami, nyatanya sampai sekarang itu belum ada dan sejauh ini tak ada pelibatan terhadap kami, lucunya mereka lebih memperhatikan orang luar” Tegas Pemuda Pelopor Ini.

Tak hanya itu, ia juga menuding terdapat beberapa kejanggalan-kejanggalan yang masih belum tuntas di Mega proyek Nasional yang bercokol di wilayahnya tersebut “Ada banyak yang belum tuntas dan masih menjadi perhatian serius kami, InsyaAllah kami Pemuda Pujut sadar akan soal itu, dan kalau mereka tidak segera berbenah kami InsyaAllah akan datang secara bersama-sama dari 16 Desa di kecamatan Pujut ini ke Kawasan tersebut” Ungkapnya.

Hal senada juga pernah diungkapkan oleh salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Dapil Kecamatan Pujut – Praya Timur, Lalu Ramdan yang menagih janji Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang menjadikan Rekrutmen Tenaga Kerja khususnya tenaga Marshall yang akan dipekerjakan di Sirkuit MotoGP Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah diproritaskan dari Warga lingkar Sirkuit MotoGP Mandalika.”Dulu pak Gubernur berjanji dari 300 kuota tenaga Marshall, 150 untuk Warga Lingkar Sirkuit MotoGP Mandalika. Tetapi faktanya sekarang, Rekrutmen tenaga kerja termasuk tenaga kerja Marshall diserahkan kepada Mandalika Grand Prix Association (MGPA) berkerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang pendaftarannya dibuka secara Nasional melalui Online. Artinya peluang warga Lingkar Sirkuit MotoGP Mandalika menjadi Marshall sangat tipis, bahkan bisa jadi tenaga Marshall tidak ada yang dari warga Lingkar Sirkuit MotoGP Mandalika,”kata Lalu Ramdan, Minggu (07/03/2020) Melalui media Suaralombok.

Politisi Partai Gerindra Lombok Tengah itu menceritakan, Gubernur NTB pernah berjanji akan memproritaskan warga Lingkar Sirkuit MotoGP Mandalika untuk dilatih ke Malaysia menjadi tenaga Marshall pada pergelaran event MotoGP pada Tahun 2021 mendatang. dari 300 tenaga Marshall yang dijanjikan, 150 tenaga kerja Marshall berasal dari warga Lingkar KEK The Mandalika. Namun kuota tenaga Marshall yang dijanjikan oleh Gubernur NTB itu, kini tidak jelas jumlahnya dan tidak jelas diproritaskan untuk siapa.”Tolong Pak Gub, kalau tidak bisa dipenuhi jangan buat janji. Dan kalaupun tidak berjanji, sudah menjadi kewajiban Pemerintah memproritaskan warga Lingkar Sirkuit MotoGP Mandalika, sehingga warga atau pemuda di lingkar KEK tidak menjadi penonton didaerahnya sendiri,”ucap Lalu Ramdan

Untuk itu, Selaku wakil rakyat dan Masyarakat Lingkar KEK The Mandalika, Lalu Ramdan meminta kepada Gubernur NTB dan PT. ITDC selaku pengembang KEK The Mandalika untuk memproritaskan warga Lingkar KEK The Mandalika, mulai dari penyediaan tenaga kerja maupun tenaga kerja untuk Sirkuit MotoGP Mandalika.”Saya mohon, proritaskanlah pemudah lingkar KEK, jangan jadikan mereka menjadi penonton didaerahnya sendiri,”pintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *