Sen. Apr 6th, 2020

LINTASNTB

Dari NTB Untuk Dunia

Dua Siswi Gagal Mengikuti Ujian, Karena Menikah.

2 min read

Lombok Utara – Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional ( UAMBN ) tingkat Madrasah Aliyah ( MA ) tahun pelajaran 2019/2020 dikabupaten Lombok Utara dimulai pelaksanaannya pada hari senin, 09 Maret 2020. Dari data pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara bahwa tercatat jumlah madrasah yang menyelenggarakan UAMBN sebanyak 20 Madrasah yang tersebar di 5 ( lima ) kecamatan yaitu Kec. Pemenang, Kec. Tanjung, Kec. Gangga, Kec. Kayangan dan kec. Bayan dengan jumlah peserta sebanyak 543 peserta yang terdiri dari 234 peserta laki dan 304 peserta perempuan.

Seperti yang disampaikan ketua POKJAWAS H.Umarudin kepada wartawan mengungkapkan bahwa pelaksanaan UAMBN secara keseluruhan berlangsung aman, lancar.

“ … Alhamdulillah, hasil koordinasi dengan para anggota pengawas bahwa secara umum pelaksanaan UAMBN berlangsung aman, lancar dan mudah – mudahan sampai terakhir pelaksanaan tetap berjalan aman dan lancar “ Ungkap H. Umar.

H.Umar juga menambahkan bahwa untuk kegiatan penyelenggaraan UAMBN, madrasah telah membentuk panitia ujian dan sebelum pelaksanaan UAMBN pihak madrasah telah melakukan telaah Standar Kompetensi Kelulusan ( SKL ) pada mata pelajaran yang diujikan dan telah dilakukan kegiatan simulasi UAMBN BK.

Mengingat keterbatasan tempat dan sarana, H.Umar juga menambahkan bahwa pelaksanaan UAMBN BK dilakukan sebanyak 2 sesi dan juga karena keterbatasan ruangan. Pada setiap ruangan, pelaksanaan UAMBN BK telah dipasangkan satu unit server dengan jumlah client 20 unit dan di hari pertama tidak ada kendala terkait server tersebut termasuk juga jaringan.

H. Umar, juga sangat perihatin pada pelaksanaan UAMBN BK tahun ini karena menurut data yang diperolehnya ada madrasah yang siswanya gagal untuk mengikuti UAMBN dengan alasan menikah.

“ Salah satu madrasah aliyah di kecamatan pemenang dua peserta tidak bisa mengikuti UAMBN BK karena menikah yaitu MA Al Hikmah Kec. Pemenang, kemungkinan akan bertambah karena masih ada data yang belum masuk sampai hari ini “ ungkap H. Umar
Kepala MA Al Hikmah Ustaz Sayyid Abdurrahman yang dikonfirmasi via telpon membenarkan ada dua siswanya terpaksa tidak bisa mengikuti UAMBN BK karena menikah.

“ Memang benar ada dua siswa kami tidak bisa mengikuti UAMBN BK karena menikah atas nama Sehani dan Fatlaatul Jannah “ Ungkap Ustaz Sayyid.

Ditanya langkah – langkah telah dilakukan oleh pihak madrasah, Ustaz Sayyid mengungkapkan seluruh santri sering kali pada setiap pengajian santri diberitahukan untuk tidak menikah karena sebentar lagi akan lulus atau mau ujian. Dua santrinya yang menikah tersebut, sebelum akad nikah pernah didatangi pihak madrasah untuk mengikuti UAMBN namun mereka tidak mau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © PT. LIntas Nustra Group | Newsphere by AF themes.