Amman Mineral Tingkatkan Dampak Sosial Lewat Pariwisata

Amman Mineral Tingkatkan Dampak Sosial Lewat Pariwisata

Share and Enjoy !

Jakarta – Pembangunan industri pariwisata yang berkelanjutan menjadi fokus strategi jangka panjang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dalam menciptakan dampak sosial. Hal ini dipaparkan oleh Presiden Direktur PT. AMNT, Rachmat Makkasau, bersamaan dengan transformasi Departemen Social Responsibility (SR) yang kini menjadi Departemen Social Impact.

Sektor pariwisata menjadi pilihan fokus karena dinilai sesuai dengan potensi wisata pulau Sumbawa yang begitu kaya dan juga sesuai dengan program prioritas pembangunan nasional. Pariwisata dinilai mampu menciptakan lapangan kerja bagi berbagai kalangan, terutama masyarakat muda dan perempuan. Data dari World Travel and Tourism Council menyebutkan bahwa akan terdapat 18,5 juta pekerjaan di bidang pariwisata di Indonesia pada tahun 2029.

“Departemen Social Impact akan fokus pada pendekatan yang lebih efektif untuk pembangunan yang berkelanjutan, terutama lewat peningkatan kapasitas masyarakat di berbagai bidang, tidak hanya di tambang. Tujuannya adalah agar masyarakat tetap bisa mandiri, meskipun masa operasi tambang nantinya akan berakhir,” jelas Rachmat, Minggu (15/3).

Langkah awal PT. AMNT adalah dengan menciptakan rencana induk terintegrasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata di Sumbawa Barat. PT. AMNT juga telah menyusun berbagai program peningkatan kapasitas (upskilling). Program yang akan dilaksanakan sangat beragam, seperti misalnya pelatihan untuk menjaga sanitasi, pengelolaan sampah, hingga kewirausahaan untuk menciptakan produk khas Sumbawa Barat. Kerja sama kolaborasi dengan institusi dan startup pendidikan ternama, seperti Universitas Bina Nusantara dan Binar Academy juga sudah disepakati. Upaya ini disambut baik oleh Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyarifin, MM.

“Upaya yang dimulai PT. AMNT ini sangat kita apresiasi. Tapi menumbuhkan sektor pariwisata tidak bisa sendiri. Harus ada investor dan swasta lain, pemerintah pusat dan daerah. Tapi yang paling penting sebenarnya adalah kemauan masyarakat untuk berusaha. Jadi mari kita bersama-sama membangun wilayah kita supaya maju,” kata Musyarifin.

Pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan ini diharapkan dapat menciptakan hingga 5.000 lapangan pekerjaan dalam 10 tahun ke depan. Selain lapangan pekerjaan, sektor pariwisata juga diharapkan dapat mendatangkan investasi dalam jumlah besar ke tanah Pariri Lema Bariri ini. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *