Peringatan Isra’ dan Mi’raj Di Langit Karang Buaya Pagutan, Sekaligus Sosialisasi Covid-19 Bagi Para Santri

Peringatan Isra’ dan Mi’raj Di Langit Karang Buaya Pagutan, Sekaligus Sosialisasi Covid-19 Bagi Para Santri

Share and Enjoy !

Mataram – Peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Pagutan Karang Buaya terasa lebih akrab, sejuk serta sarat pesan-pesan untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW.

Dalam perayaan tersebut, dirangkai dengan reuni alumni TPQ Diniyah Islamiyah Babussalam Pagutan Karang Buaya yang telah berdiri sejak tahun 1989-Sekarang. TPQ ini telah berusia 31 tahun lebih dan telah mencetak alumni-alumni luar biasa bahkan santri-santri sejak usia dini dengan ilmu agama yang mumpuni.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Kepala Lingkungan Karang Buaya, Muzzakalah, SH yang memberikan sambutan sekaligus pesan-pesan kepada seluruh santri dan alumni terkait dengan bahaya narkoba, pergaulan bebas dan sosialisasi pencegahan virus Corona.

“Saya berpesan kepada adik-adik dan kita semua disini agar menjaga diri dari narkoba karena saat ini banyak sekali cara yang dipakai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjerumuskan anak-anak kita. Kita bersyukur, adik-adik rajin mengaji karena agama dan perhatian orang tua merupakan tameng utama untuk menangkal hal tersebut, ” terangnya.

Selain itu, beliau juga berpesan agar para momen reuni dijadikan sebagai acara do’a bersama agar terhindar dari virus Corona.

“Mari adik-adik dan hadirin kita berdo’a bersama agar terhindar dari virus corona. Jangan terlalu sering keluar dan selalu jaga kebersihan, ” himbaunya.

Diniyah Islamiyah Babussalam didirikan oleh H. Munajah S.Pd.I.,M.Pd yang sehari-hari bekerja sebagai salah satu guru di MTSN 3 Mataram. Dalam sambutannya, Ust. Mun (Panggilan akrab beliau) menyampaikan apresiasinya kepada para alumni yang telah menitipkan anak-anaknya untuk menimba ilmu agama.

“Alhamdulillah kita ucapkan kepada Allah SWT saat ini para santri dan alumni dapat bertatap muka dalam acara peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus reuni Diniyah Islamiyah Babussalam tercinta. Para santri disini bahkan merupakan anak-anak para alumni sebelumnya. Insha Allah, ukhuwah persaudaraan akan tetap terjalin diantara kita semua”, katanya.

Keberadaan Diniyah Islamiyah Babussalam dirasakan ibarat oase di padang pasir oleh masyarakat sekitar. Ditengah maraknya pengaruh negatif teknologi bagi anak-anak, Diniyah Islamiyah Babussalam mencoba memberikan pondasi agama yang kuat bagi para santri terutama santri usia dini agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif.

Ditengah-tengah acara reuni, hadirin dibuat tertawa oleh tausiah da’i cilik atas nama Novita Elka Azkiya. Santri cilik yang masih duduk di kelas 3 SDN 3 Ampenan ini mampu membuat hadirin yang hadir terpingkal-pingkal saat membawakan tausiah tentang shalat ditambah dengan sindiran bernada lucu bagi orang dewasa yang tidak shalat 5 waktu.

“Saat ini terdapat komunitas orang dewasa seperti PSMS (Pas Shalat, Maghrib Saja) dan PSDS (Pas Shalat, Dua Tahun Sekali) yaitu shalat idul fitri dan idul adha saja, ” celotehnya disambut tepuk tangan dan suara tawa santri dan alumni yang hadir.

Peringatan Isra’ dan Mi’raj yang dilaksanakan ini sebagai refleksi untuk meningkatkan semangat shalat 5 waktu mulai dari usia dini sebagaimana perintah langsung Allah SWT yang diperoleh Nabi Muhammad SAW pada saat Isra’ dan Mi’raj yaitu melaksanakan shalat wajib 5 waktu sehari semalam.(LNG04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *