Beberapa Manajemen Hotel Di KSB Sampaikan Aspirasi Ke Pemerintah Daerah

Beberapa Manajemen Hotel Di KSB Sampaikan Aspirasi Ke Pemerintah Daerah

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Sumbawa Barat – Di masa pandemi Covid 19 saat ini, Begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha di bidang perhotelan. Ada mengenai pajak, tenaga kerja, sarana dan prasarana perhotelan dan perizinan.

Menghadapi keluhan yang diterima oleh para pelaku usaha hotel. Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga Kabupaten Sumbawa Barat menginisiasi pertemuan para pelaku usaha perhotelan dengan Dinas-Dinas terkait yang ada di Sumbawa Barat dengan harapan semua persoalan yang dihadapi oleh pengusaha tersebut bisa diselesaikan dengan cepat.

“Mudah-mudahan ada titik temu dalam pertemuan manajemen hotel dengan pemerintah melalui Dinas terkait,” tutur Kepala Dinas Disparpora KSB, Ir. IGB. Sumbawanto, M. Si saat membuka acara pertemuan itu.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Kesehatan H. Tuwuh, S. AP menyampaikan didepan pengusaha hotel bahwa kasus Covid-19 di KSB ada 26, sampai dengan hari ini kita terendah se NTB.

Ia membeberkan pentingnya protokol kesehatan didalam tempat usaha perhotelan yaitu pengunjung dan karyawan hotel harus memakai masker, terapkan phyisical distancing dan peringati pengujung untuk sering mencuci tangan. Sementara itu untuk pekerja hotel yang sudah suspek harus dinonaktifkan bila bergejala, begitupula tamu hotel yang bergejala.

“Pihak hotel harus siapkan alat pengecekan suhu badan dan menyiapkan himbauan protokol kesehatan di dalam hotel,” jelasnya, pada Kamis, (13/8).

Ia juga mengingatkan manajemen hotel agar jangan sampai ada muncul klaster wisata.

Pada pertemuan itu terjadi tanya jawab antara manajemen hotel dengan Dinas terkait. Pemilik hotel Baha-Baha vilaes Sekongkang TJ menanyakan, apakah kami harus bertahan dalam masa pendemi ini dan apa persiapan setelah pandemi Covid-19 serta dia meminta keringanan pajak dalam masa pandemi.

Syanifuddin pemilik hotel yoyo Sekongkang juga mempertanyakan terkait lahan kosong disamping hotel yang menggangu pemandangan tamu serta apakah bisa hotel bertahan dalam masa pandemi sambil berbenah, dia juga meminta fasiltas jalan menunju pariwisata untuk dibenahi.

Ia meminta kepada pemerintah agar hotel diperhatikan dengan serius. Ada juga rafitaloka yang mempertanyakan masalah pajak, jaringan dan petugas imigrasi yang selalu datang mendadak ke hotelnya.

Manajemen hotel woles Kertasari, Yuni menanyakan arus transportasi didepan hotelnya yang menggangu wisatawan. Ia juga berharap agar pemerintah bisa mengatur pariwisata dan petani rumput laut. Serta arnol manajemen hotel Naiya mengungkapkan masalah kebersihan dan protokol kesehatan di hotel.

Menanggapi hal itu, Sekretaris BPAD KSB menjelaskan bahwa pajak daerah di hotel-hotel itu sudah berdasarkan ketentuan daerah. Pajak tersebut akan masuk ke daerah. Namun dipajak itu subyeknya pajak bukan pemilik hotel tapi pengunjung.

Asisten II Setda KSB, Amar Nurmansyah, ST., MT menjelaskan bahwa hotel harus mendukung kebijakan pemerintah, percepatan iklim perhotelan dan kepariwisataan harus berkembang dalam rangka menyonsong era new normal pada masa pendemi Covid 19 di KSB.

Ia juga menyampaikan kedepan pihaknya akan menyelesaikan masalah sampah, sinyal, jalan dan meminta dinas-dinas untuk menyelesaikan keluhan manajemen hotel. Pemerintah harus hadir dalam menjamin kepastian pariwisata untuk masyarakat dan pelaku usaha.

“Saya mengapresiasi atas kehadiran semua rekan-rekan pelaku pariwisata di sini,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Dihadiri oleh pemilik hotel, instansi terkait, Asisten II, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perizinan dan Badan Pendapatan dan Aset Daerah. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *