Polres dan Pemda Lombok Timur Gelar Razia Gabungan, Tidak Memakai Masker Dikenakan Sanksi

Polres dan Pemda Lombok Timur Gelar Razia Gabungan, Tidak Memakai Masker Dikenakan Sanksi

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Lombok Timur – Gabungan Polres Lombok Timur bersama Pemerintah Daerah Lombok Timur, melakukan Razia, di Depan Pertamina Pancor Lombok Timur. Razia tersebut tak hanya surat kendaraan saja di razia, selain tidak memakai masker akan di berikan hukuman Pus Up 10X. Pancor Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, Selasa (18/8/2020).

Pada saat razia tidak ada celah roda dua menerobos razia tersebut, karena Gabungan Polres Lotim bersama pemda berjejer di jalan, untuk memeriksa kendaraan yang tidak melengkapi surat kendaraan, tidak memakai helem, SIM, selain itu juga razia kepada pengendara yang tidak memakai masker di berikan hukuman, Pus Up, 10X, membaca Pancasila.

Pada saat razia Sekretaris Daerah ( SEKDA) Lombok Timur Drs. M. Juaeni Taofik turun langsung, dan memberikan himbauan kepada pengendara yang tidak memakai masker. Selain itu pengendara yang tidak memakai masker setelah di hukum, di berikan masker.

Seperti di jelaskan Ayu, saya sangat mendukung razia ini, karena betapa pentingnya memakai masker, pada saat kita berkendara, Ucapnya.

Selain itu juga, disamping itu kita diberikan pencerahan, pentingnya memakai masker, dan menciptakan pola hidup sehat.

“Kalau mengenai hukuman, kerena saya tidak memakai masker, saya diberikan hukuman membaca Pancasila satu sampai Lima itu, ” Saya sih agak ragu, karena lupa ingat,” Ucapnya sambil tersenyum.

“Saya tidak membawa masker, di siapkan juga, setelah menjalani hukuman yang sudah diberikan saya,” Jelasnya.

Sekretaris Daerah ( SEKDA) Lombok Timur Drs. M. Juaeni Taofik mengatakan, kegiatan ini yang dilakukan oleh Tim Gabungan Polres Lombok Timur bersama Pemda, memberikan shok terapi kepada masyarakat yang tidak memakai masker pada saat berkendara roda Dua maupun Roda Empat, Ujar, Juaeni.

“Masyarakat yang tidak memakai masker pada saat berkendara roda Dua maupun Roda Empat, kita berikan sangsi atau hukuman seperti Pus Up, membaca Pancasila, tujuannya agar masyarakat tetap mengingiat pancasila, dan Pus Up tujuanya agar masyarakat tetap ber olah raga supaya kesehatan tetap terjaga,” Kata, Juaeni.

Selain itu puluhan masker kita siapkan kepada masyarakat yang yang tidak memakai masker, setelah di berikan hukuman tersebut.

Ia berharap kepada masyarakat supaya tetap mematuhi protokol kesehatan, mencuci tangan memakai sabun, dan jangan lupa pada saat bekendara harus memakai masker.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *