Bupati KSB Pastikan Pengaspalan Agrowisata Datu Seran Farm

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Sumbawa Barat – Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Seran Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat berhasil membuat trobosan dengan memadukan pertanian hortikultura, budidaya madu trigona dan perikanan air tawar sekaligus wisata religi ke Makam Datu (Raja Seran) menjadi obyek agro wisata “Datu Seran Farm”.

Ide menjadikan kompleks pertanian hortikultura, budidaya madu trigona dan perikanan air tawar itu menjadi kawasan agro wisata, akhirnya berhasil terwujud dan diresmikan oleh Bupati KSB, Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM pada Rabu pagi, (09/9).

Di kompleks agro wisata untuk tahap awal dikembangkan seluas 2 hektar yang berlokasi persis di depan Makam Datu Seran itu, Para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan hijau dari beraneka ragam tananam sayur mayur, buah, kolam ikan dan taman budidaya madu trigona yang bisa dipanen langsung sembari menikmati kesejukan air kolam yang dialirkan dari mata air dipegunungan Seran.

Kepala Desa Seran, Ramli Ade Putra, menjelaskan, Kawasan agro wisata Seran dikelola langsung oleh Bumdes setempat. Awalnya, kawasan tersebut merupakan kawasan budidaya horti dan lebah madu trigona.

“Seluruh bangunan yang ada di kawasan ini murni hasil kerja keras teman-teman pengelola Bumdes. Dari aktifitas budidaya yang berlangsung di kawasan ini, pada semester pertama (2020) telah berhasil meraih laba sebesar Rp. 122 juta lebih. Semoga kedepan dengan pengelolaan yang lebih professional bisa mendapatkan laba yang lebih besar lagi,” ungkapnya, disambut aplaus tamu undangan yang hadir.

Aherudin Sidik Bersama Istri, Ketua Komisi II DPRD KSB

Kades Ramli mengakui, untuk mengandalkan sektor pariwisata dari keberadaan Makam Datu (Raja) Seran saja, sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) cukup berat, mengingat jumlah penduduk dan kondisi pandemi yang sedang berlangsung saat ini. Dari situ kemudian muncul ide dari Desa dan Bumdes untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan agro wisata.

“Ide untuk menjadikannya sebagai kawasan agro wisata, kemudian kami aktualisasikan dengan melengkapi kawasan ini dengan sejumlah fasilitas penunjang, termasuk pembangunan kolam renang keluarga. Sehingga para pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan alam dan memanen sayur, buah, ikan, dan madu, tetapi sekaligus belajar tentang budidaya hortikultura, perikanan darat dan lebah madu trigona. Pengunjung juga bisa berbelanja berbagai produk UMKM lokal yang kita bina,” bebernya.

Lanjutnya, Madu Lebah Trigona kemasan, salah satu produk Bumdes yang dihasilkan dari proses budidaya di kawasan Agro Wisata Datu Seran Farm.

Ia mengakui sebagai obyek agro wisata yang baru satu-satunya di KSB, Datu Seran Farm masih banyak kekurangan, termasuk infrastruktur jalan penunjang transportasi menuju Desa Seran yang saat ini kondisinya belum memenuhi standart penunjang pariwisata.

Dia berharap kedepan pemerintah daerah bisa mengintervensi sehingga keberadaan kawasan tersebut bisa lebih mudah dijangkau dan memberi multiflyer effect untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W Musyafirin, MM yang hadir bersama Istri, Hj Hanifa Musyafirin serta sejumlah pejabat Pemda KSB, mengaku bangga atas trobosan yang dibuat pemerintah desa dan Bumdes Seran.

Haji Firin memaparkan, bahwa kawasan Kedatuan (kerajaan) Seran lebih terkenal dari pada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sendiri. Karenanya keberadaan kawasan Seran merupakan asset tak ternilai bagi KSB yang harus terus dilestarikan.

“Maka berbanggalah kita sebagai bagian dari Desa Seran dan masyarakat Sumbawa Barat tentu juga harus bangga dan berbahagia karena Kerajaan Seran ini ada di daerah kita. Jadi apa yang dilakukan oleh Kades dengan Bumdes, dengan tokoh-tokoh masyarakat melalui kesepakatan sosial untuk mengembangkan kawasan ini sebagai kawasan wisata terintegrasi, ini sangat luar biasa dan patut kita apresiasi,” beber Bupati.

Bupati meyakini kawasan tersebut akan bisa berkembang. Sebagai pimpinan daerah, Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Desa, Bumdes dan masyarakat Seran, Karena apa yang telah dilakukan merupakan hal yang luar biasa.

“Menuju ke kawasan agro wisata memang membutuhkan jalan yang sangat panjang. Tetapi kalau tidak dimulai maka jalan itu akan semakin panjang. Jadi kita memulai agar jalan menuju agro wisata itu secara bertahap akan semakin pendek. Insya allah dalam waktu tidak terlalu lama kawasan ini akan menjadi kawasan agro wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa Barat,” imbuhnya.

Ia juga berjanji akan memprioritaskan pengaspalan jalan menuju Desa Seran dan Kawasan Agro Wisata Datu Seran Farm sebagai penunjang untuk maju dan berkembangnya kawasan dimaksud.

Sejak 2015 sampai 2020 ini kita memang fokus untuk membuka keterisoliran dengan pembangunan akses jalan, listrik dan signal telekomunikasi di wilayah terpencil. Alhamdulillah di tahun 2020 ini tidak ada desa terpencil yang tidak bisa diakses (jalan), tidak ada desa yang tidak teraliri listrik dan tidak ada desa yang tidak terjangkau signal telekomunikasi.

Jadi prioritas kita kedepan, Insyaallah adalah akses menuju obyek wisata dan obyek yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat akan kita prioritaskan. Tahun 2021 jalan ini sudah diperbaiki miniminal di aspal,” urai Bupati disambut aplaus masyarakat yang hadir.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Sumbawa Barat Aheruddin Sidik yang hadir juga di acara menyampaikan apresiasi atas telah diresmikannya kawasan agro wisata satu-satunya di KSB itu.

Ia berharap Bumdes dan pemerintah desa sebagai pengelola, tetap kompak dan terus bekerja ikhlas jujur dan sungguh-sungguh dalam upaya memajukan desa dan masyarakat.

“Selamat atas peresmian hari ini, teruslah berinovasi dan bekerja nyata untuk kemajuan masyarakat,” tutupnya. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *