Kapolres : Saya Himbau Bagi Masyarakat Yang Melakukan Pengrusakan Segera Menyerahkan Diri

Kapolres : Saya Himbau Bagi Masyarakat Yang Melakukan Pengrusakan Segera Menyerahkan Diri

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Sumbawa Barat – Kepala Kepolisian Resort Sumbawa Barat AKBP. Herman Suriyono, S. Ik., MH menghimbau bagi masyarakat yang melakukan pengrusakan atau vandalisme fasilitas perusahaan Sumbawa Barat Mineral beberapa waktu lalu untuk segera menyerahkan diri ke aparat penegak hukum.

Hal itu disampaikan Kapolres saat menggelar acara ngobrol pintar bareng awak media di markas Polres Sumbawa Barat, Sabtu, (10/10).

Ia menjelaskan, Kita harus mendukung investasi, Karena investasi tersebut akan menguntungkan masyarakat KSB sendiri. Maka dari itu mari dukung iklim investasi yang kondusif dan aman.

Dia menerangkan ke masyarakat bahwa investasi harus kita berikan peluang. “Mari kita sama-sama menjaga kamtibmas KSB agar aman dan kondusif,” jelasnya.

Ia juga menghimbauan bahwa penyampaian pendapat dimuka umum telah diatur dalam UUD, Itu sebagai bentuk kontrol sosial, TNI Polri memberikan pelayanan untuk kegiatan itu, Tetapi dimasa pandemi covid-19 saat ini tidak boleh dilakukan, Karena akan mengumpulkan banyak orang. Namun bila tetap terjadi penyampaian pendapat, Maka tidak boleh melakukan tindakan pidana yang akan merugikan orang lain.

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang melakukan pengrusakan atau vandalisme agar segera menyerahkan diri ke Polres,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, Situasi terakhir di Kabupaten Sumbawa Barat dalam keadaan kondusif, Terkait penyampaian aspirasi penolakan terhadap gunung semoan. Perlu diketahui bahwa PT. SBM ini merupakan Perusahaan yang legal. Jadi kita juga harus mengamankan investasi yang ada di KSB.

“Penyidik sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di perusahaan (SBM.red), Dari beberapa pendemo sudah melakukan pengrusak fasilitas aset perusahaan,” ungkapnya.

Dia juga menghimbau, Saat penyampaian pendapat jangan melibatkan anak-anak dibawah umur dan jangan melakukan pengrusakan bila tetap dilakukan maka akan kami proses hukum.

“Saya menghimbau agar anak-anak tidak diikutkan dalam aksi penyampaian pendapat,” terangnya.

Saat dilapangan, Anggot kami selalu melakukan pendekatan persuasif dan humanis. “Saat ini tim saya lagi bekerja maraton untuk melihat siapa saja yang melakukan pengrusakan, Hal ini saya lakukan bukan membungkam demokrasi. Tapi penyampaian pendapat harus dilakukan dengan baik dan bijaksana,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Dandim 1628/SB Letkol. Czi. Sunardi, ST., M. IP menjelaskan bahwa sebelum penyampaian pendapat masyarakat harus tahu duduk persoalannya. Penyampaian pendapat juga harus ada etika menghargai orang dan norma-norma yang mesti kita taati. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *