Terkuak, Komnas HAM Temukan Lahan Enclave Milik Warga

Terkuak, Komnas HAM Temukan Lahan Enclave Milik Warga

Share and Enjoy !

Lombok Tengah – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan adanya lahan warga yang masuk enclave di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok yang dikelola PT ITDC. Hal ini terkuak setelah sosialisasi, mempertemukan pihak masyarakat pemilik lahan dengan pihak ITDC di D’Max Hotel, Lombok Tengah, Jumat (23/10).

“Saya di sini ditugaskan untuk memantau mediasi ini, supaya berjalan baik. Jangan sampai ada yang merasa dirugikan. Baik masyarakat atau ITDC,” kata Perwakilan Komnas HAM, Widodo Dwi Putra di D’Max Hotel.

Dia menjelaskan, dua pekan lalu Komnas HAM juga sudah membuat rekomendasi kepada Tim Percepatan Sengketa Lahan untuk membayar lahan milik masyarakat yang memang berhak.

“Tapi tentu bagi masyarakat yang memiliki alas hak yang kuat sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Di sisi lain, Widodo meminta kedua belah pihak tetap mengedepankan jalur non litigasi. Artinya, jika sosialisasi tersebut belum menemui titik terang, ia merekomendasikan tim memverikasi ulang objek lahan sengketa.

“Kalau beda koordinat lahan, verifikasi lagi. Jangan sampai persil atau objek sengketa berbeda,” ujar Widodo.

Kemudian sebelum melakukan penggusuran lahan, ITDC harusnya menunjukkan bukti yang kuat terlebih dahulu tentang penguasaan lahan kepada masyarakat pengklaim. Begitu pun dengan masyarakat.

“Jika ITDC memiliki bukti Hak Pengelolaan Lahan (HPL), ya harus ditunjukkan pula proses pemindahtanganannya,” pinta dia.

Di satu sisi Widodo mengaku, pihaknya juga menemukan salah satu pemilik lahan yang sudah masuk enclave. Artinya, HPL sudah terbit namun pemilik lahan benar-benar belum menerima pembayaran.

“Tadi ada nama Pak Masrup. Dia ini berhak untuk mendapatkan pembayaran,” tukasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Tim Teknis Percepatan Penyelesaian Masalah Tanah di KEK Mandalika, AKBP Wawan Haryono mengatakan, sosialisasi hari ini hanya mediasi antara pihak ITDC dengan 15 orang. 15 orang ini atas nama Yustin Oktariningsih, Seniah alias Amaq Genak, Ungklis alias Amaq Karim, Kyai Rahim alias Amaq Abdurrahim, Rumane, Katuk alias Amaq Seni, Kiuk, Muhrip dan Suharti, Atri dan kawa-kawan, Gema Lazuardi, H Multazam alias Amaq Adin, Masrup, Mangim, Gasip, dan terakhir Amaq Semen alias Sibawai.

“Hari ini hanya mediasi saja. Ini untuk mencari titik temu demi terlaksananya proses pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika,” singkat Wawan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *