OPINI : Kapitalisme Pendidikan Di Indonesia

OPINI : Kapitalisme Pendidikan Di Indonesia

Share and Enjoy !

BIMA – Pendidikan merupakan barometer maju mundurnya suatu bangsa. Jika pendidikan nya maju, maka bangsa akan maju, jika pendidikannya lemah, maka bangsa akan mengalamai kemunduran. Pendidikan saat ini adalah ukuran untuk kemajuan bangsa dan negara selanjutnya. Wujud pendidikan di semua sektor pendidikan Dasar sampai perguruan Tinggi sekolah nenjadi sebuah acuan untuk menggambarkan bagaimana kondisi bangsa di masa depan.

Sayangnya pendidikan Indonesia saart ini tidak lebih baik dari masa Orde Baru sebelum merambatnya sistem neokapitalisme pendidikan. Pada saat itu anak-anak dan para pelajar dapat dengan mudah mengenyam pendidikan merata dibandingkan dengan masa-masa pendidikan setelah Reformasih karena saya melihat, bahwa dari tahun 1997-1998, indonesia sudah menerapkan sistem kapitalisme pendidikan dengan adanya klasifikasi klas sosial dan dipungutnya biaya SPP dan pembayaran lainnya.
Pemerintah telah sedikit bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan pelajar indonesia, pemerintah kadang lepas tangan untuk menjamin fasilitas belajar anak bangsa. Begitu banya hasil alam nusantara yang dikelola pemerintah seharusnya cukup meringankan beban para siswa dan mahasiswa dalam proses pendidikannya.

Saya secara subjektif dapat menilai bagaimana sistem neokapital yang sedang merambat di dunia pendidikan Negeri maupun Swasta hari ini atas adanya kalsifikasi klas sosial dimana yang berekonimi di atas rata-rata berkemungkina besar dan memiliki banyak peluang untuk dapat menikmati pendidikan berkualitas dan berfasilitas lengkap namun sayang sekali bagi mereka yang serba kekurangan secara materil, bahwa mungkin mereka sedikit sekali peluangnya untuk melanjutkan pendidikan.

Undang-undang kemendiknas no 31 pasal 1 ayat 1 cukup menjadi dalih kita bahwa warga negara berhak mendapatkan pendidikan merata. Pemerinta berkewajiban dalam menjamin fasilitas belajar dan biaya pendidikan dari hasil Alam indonesia. Ketika hal itu tidak diaktualisasikan, maka jelaslah bahwa sistem pendidikan berbasis kapitalis sudah menjadi bagian dari pendidikan itu sendiri.

Harapannya adalah pemerintah mesti mengambil bagian tertinggi dengan cara mengendalikan seluruh sektor pendidikan di indonesia supaya dapat mewujudkan keadilan sosial tanpa membatasi ruang-ruang kelas dengan alasan materil. Bagi para pelajar juga harus memiliki kesadaran kritis dan open minded guna untuk menyuarakan ketidak adilan di negeri ini supaya kedepannya bangsa indonesia dengan pendidikan multikulyuralnya dapat mengantarkan negara menjadi maju dan mengsejahterakan seluruh warga negara.

Ingin menyisipkan gambar dari file Anda atau menambahkan bentuk atau kotak teks? Anda bisa melakukannya! Pada tab Sisipkan dari pita, ketuk opsi yang Anda butuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *