Ming. Jan 17th, 2021

LINTASNTB

Dari NTB Untuk Dunia

Dua Putra Terbaik Lombok Barat Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2020

3 min read

Lombok Barat – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) memberikan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2020 kepada 33 orang di seluruh Indonesia. Dari jumlah penerima penghargaan tersebut, dua orang merupakan putera terbaik Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendapatkan Juara 1 yaitu Rahardian Reno Wardana Bidang Keahlian Dalang Wayang Sasak Lombok dalam Kategori Anak dan Remaja dan Zulpadli Bidang Keahlian Tradisi Pepaosan dalam Kategori Pelestarian.

Dua penerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2020 diserahkan dan disematkan oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Wakil Ketua Pokja Apresiasi Budaya, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kemendikbud RI Iskandar Eko di Aula Dikbud Lobar, Rabu, (2/12).

Wakil Ketua Pokja Apresiasi Budaya, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kemendikbud RI Iskandar Eko mengatakan, Kemendikbud RI melalui Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan memberikan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) sebagai penghargaan dari Kemendikbud RI yang diberikan kepada individu, komunitas dan Pemerintah Daerah yang telah berdedikasi dalam memajukan kebudayaan Indonesia, dengan kategori Maestro Seni Tradisi, kategori Pelestari, kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru, Kategori Anak dan Remaja, Kategori Pemerintah Daerah, dan Kategori Komunitas.

“Dan penerima AKI 2020 kita seleksi dengan ketat dan bisa dipertanggungjawabkan. Memang yang memilih juga penilainya para budayawan Indonesia yang sudah berpengalaman. Ada beberapa tahapan telah kita laksanakan, mulai dari tahapan seleksi baik administrasi maupun substansi, visitasi dan verifikasi lapangan dengan melihat kesesuaian kriteria, keistimewaan karya, intensitas dan konsistensi bidang keahlian yang ditekuni,” katanya.

Dia menyebut, para peserta seperti Rahardian Reno Wardana dan Zulpadli saat mendaftar lengkap datanya, melakukan penelitian dan melakukan penilaian sehingga negara memberikan penghargaan AKI tahun 2020.

“Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mendaftar kemarin 10 orang, ada dari Lombok Timur, Lombok Utara, Kota Mataram dan Lombok Barat. Dari 10 peserta kita yang mendaftar, 2 peserta dari Lombok Barat terpilih mendapatkan
penghargaan AKI tahun 2020,” sebutnya.

Semoga apresiasi ini kata dia, dapat semakin memotivasi dan mendorong semangat masyarakat Indonesia dalam upaya pelestarian, pengembangan dan pemajuan Kebudayaan Indonesia.

“Kenapa Rahardian Reno Wardana dan Zulpadli terpilih, kami melihat dia ini sangat langka dan perlu kita dorong menjadi contoh bagi anak generasi muda yang lain untuk melestarikan kebudayaan di luar pulau Jawa,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid sangat mengapresiasi atas penghargaan kepada 2 anak putra terbaik Kabupaten Lombok Barat di bidang kebudayaan. Tidak main-main apresiasi yang secara formal di tingkat Nasional langsung dari Kemendikbud RI.

“Pada dasarnya kita di Pulau Lombok ini kebudayaannya satu karena berasal dari suku yang sama yaitu suku Sasak. Bisa kita pastikan dari Kabupaten/Kota manapun di Pulau Lombok ikut menyampaikan hasil karya budayanya ke Kemendikbud RI, itu sepertinya sama saja walaupun jenisnya berbeda,” akunya.

Dia menyebut, Pepaosan sudah diajukan oleh Kabupaten Lombok Barat ke Kemendikbud RI sebagai salah satu warisan budaya yang ditetapkan dan alhamdulillah Pepaosan ini sudah terdaftar.

“Lewat bidang kebudayaan Dikbud Lobar terus kita bina dan kita kembangkan. Alhamdulillah kemudian mendapatkan penghargaan dengan telah ditetapkan 2 putra terbaik Lobar di Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI),” terangnya.

Kemudian terkait wayang bisa dikatakan budaya Indonesia, tetapi masing-masing tempat memiliki ciri khas. Dan di Pulau Lombok yang sangat terkenal wayang kulitnya adalah kakek dari Rahardian Reno Wardana (Lalu Nasib).

“Ke depan meminta untuk terus berkreasi dan membina potensi-potensi dari anak kita, utamanya potret bagaimana mempertahankan kebudayaan kita,” harapnya.
Hadir Sekretaris Dikbud Lobar H. Haeruddin, Kabid Kebudayaan Panca Surya, dan lain-lain. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © lintasntb.com | Newsphere by AF themes.