Semarakkan Semangat Kampung Sehat 2, Empat Hal ini Menjadi Penilaian Penting

Semarakkan Semangat Kampung Sehat 2, Empat Hal ini Menjadi Penilaian Penting

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Mataram – Kampung Sehat Jilid 2 kini menjadi semangat baru untuk kembali melandaikan kurva Covid-19. Seperti diketahui akhir-akhir ini kurva covid-19 di NTB meningkat sehingga penegakan protokol kesehatan semakin diperketat.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB, Irjen. Pol. M. Iqbal, S.I.K., M.H.menjelaskan bahwa Kampung Sehat pertama kemarin cukup mampu membuktikan bahwa kurva penyebaran covid-19 melandai. Selain itu, perkembangan UMKM dan ketahanan pangan bisa dikatakan luar biasa. Hal ini disampaikan kepada awak media dalam giat Launching Kampung Sehat 2 di Mako Polda NTB(18/2).

“tapi kita tahu sendiri bahwa saat ini kurva cenderung meningkat, Oleh karena itu dengan pemikiran bersama diskusi bersama kita gelontorkan lagi” ujarnya.

Hadirnya kembali Kampung sehat kedua ini mengusung beberapa semangat baru. Pertama, mengadopsi semangat PPKM skala mikro,pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro ini dilakukan dengan basis desa yang kemudian terkoneksi dengan semangat kampung sehat.

” Yang ingin kita capai dalam waktu dekat dan sesegera mungkin adalah bagaimana menekan angka penyebaran dan menghijaukan zonasi yang sudah merah” Harap Kapolda NTB.

Untuk mewadahi harapan besar Kapolda tersebut, beberapa strategi kemudian diusung. Salah satunya dengan meningkatkan tracing melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Lurah. Sehingga dalam hal ini mereka tidak hanya melakukan imbauan protokol kesehatan saja, namun mulai melakukan tracing dengan instrumen-instrumen kesehatan yang ada.

Seperti diketahui, 80% dari masyarakat yang terpapar covid-19 ini merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala). Sehingga perumusan kesembuhan covid ini dinyatakan sembuh setelah 10-14 hari,melalui tracing inilah akan diketahui angka kesembuhan dapat meningkat.

“oleh karena itu hari ini kita bersepakat selain tracing kita melakukan pendataan angka kesembuhan” Kata M. Iqbal.

Kedua, yaitu dengan melakukan vaksinasi yang merupakan salah satu instrumen penilaian kampung sehat kali ini. Inilah yang kemudian menjadi pembeda antara kampung sehat yang pertama dan kedua. Sehingga Batalyon-batalyon vaksinator sudah disisapkan untuk berkolaborasi dengan instrumen kesehatan untuk melakukan vaksinasi.

Ketiga adalah pemberlakuan dan pembatasan jam malam, dan yang terakhir adalah bagaimana agar seluruh stakeholder melakukan kolaborasi.

“Seluruh kepala daerah harus melaksanakan effort . inilah tugas dan tanggung jawab dan tanggung jawab moral lebih dalam lagi lebih banyak kita kepada keselamatan” Tegas Kapolda NTB.

Untuk menambah semangat Kampung Sehat 2 ini, penilaian juga dilakukan melalui pemberitaan positif media terhadap Desa/Kelurahan yang nantinya mengikuti Lomba ini. Ditegaskan Kapolda NTB bahwa seluruh Desa/Kelurahan se NTB akan mengikuti Lomba Kampung Sehat Jilid 2 ini. (Red/Af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *