Komisi II Minta Bulog Terus Lakukan Pemantauan Harga Gabah

Komisi II Minta Bulog Terus Lakukan Pemantauan Harga Gabah

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Sumbawa Barat – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Barat berharap kepada Perum Bulog untuk terus melakukan pemantauan harga gabah di Sumbawa Barat, hal Ini penting dilakukan untuk tetap memastikan pembelian gabah petani sesuai HPP.

“Kami apresiasi apa yang sudah dilakukan Bulog selama beberapa pekan terakhir. Terutama saat mengamankan harga gabah petani sesuai HPP,” jelas Ketua Komisi II, Aheruddin Sidik,SE, ME kepada media ini Kamis, (4/3).

Aher demikian akrab disapa menjelaskan, Bulog hadir di Sumbawa Barat saat petani memasuki musim panen. Hanya saja, cakupan wilayah atau areal panen baru di satu atau beberapa Kecamatan. “Saat ini baru petani Kecamatan Brang Rea dan beberapa Kecamatan lain yang memasuki musim panen. Dalam satu atau dua minggu ke depan, baru mayoritas Kecamatan di KSB memasuki musim panen. Nah tidak ada salahnya, Bulog bersama dinas teknis terus melakukan pemantauan dan pengawasan,” harapnya.

Politisi PKPI ini juga berharap, dinas tehnis, terutama Dinas Pertanian dibantu Dinas Perdagangan juga intensif membangun komunikasi dengan Bulog. Selain jalinan komunikasi, SKPD tehnis Pemda KSB intensif turun ke lapangan. “Alhamdulillah, sejauh ini harga beli gabah petani, terutama di wilayah Brang Rea relatif masih baik, karena Bulog sendiri yang turun. Tapi itu baru di satu Kecamatan, sementara Kecamatan lain belum. Nah ini yang harus diantisipasi. Bagaimana nanti saat panen serentak di Kecamatan lain, harganya tetap sesuai HPP,” pintanya.

SKPD tehnis, terutama Dinas Pertanian diminta memaksimalkan peran penyuluh pertanian. Ini penting mengingat penyuluh bersentuhan langsung dengan petani. “Kami juga harap penyuluh dibekali pengetahuan. Untuk bisa dibeli sesuai HPP penyuluh juga kami minta sosialisasikan ke petani tentang standar yang harus dipenuhi, seperti kadar air dan lain sebagainya,” ingatnya.

Sosialisasi seperti ini sangat penting, agar petani juga memahami standar baku tentang pembelian gabah sesuai HPP. “Jangan sampai petani hanya diberi tahukan soal HPP, tapi standar gabah untuk dibeli sesuai HPP tidak diberitahu. Nanti bisa menimbulkan polemik baru, ini yang harus diantisipasi,” kata Aher politisi muda PKPI tersebut.

Komisi II secara kelembagaan siap membantu, jika diperlukan turun mendampingi ke petani. “Kami siap turun mendampingi, karena ini juga merupakan tanggungjawab kami sebagai wakil rakyat dan sektor pertanian juga menjadi bidang pengawasan kami di komisi II,” pungkasnya. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *