Satreskrim Identifikasi Mayat Pelajar Di Brang Rea

Satreskrim Identifikasi Mayat Pelajar Di Brang Rea

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Sumbawa Barat – Pawas dan Satreskrim Polres Sumbawa Barat telah melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara mayat seorang perempuan yang masih berstatus pelajar.

“Mayat tersebut berinisial NR, (17) yang merupakan pelajar dari salah satu sekolah di Kecamatan Brang Rea, alamat mayat tersebut di Kecamatan Brang Rea, KSB,” tutur Kapolres.

Sumbawa Barat AKBP. Herman Suriyono, S. Ik., MH melalui Paur Humas Eddy Soebandi S.Sos kepada media ini, Jum,at (19/3).

Ia menceritakan, kronologis penemuan mayat NR berawal sekitar pukul 18.20 wita, Sriani (bibi korban) masuk kedalam rumah memanggil korban sebanyak 4 kali dari luar kamar agar NR sholat magrib. Namun tidak ada respon dari NR, lalu sriani memanggil tetangga korban bernama Santi Susiati yang merupakan (bibik korban) untuk mengecek korban di dalam kamarnya.

Kemudian santi susianti masuk ke dalam kamar korban, lanjut eddy, pada saat itu kondisi di kamar tidur korban dalam keadaan gelap gulita, karena sudah malam. Selanjutnya santi masuk ke kamar korban lalu menyalakan lampu dan ditemukan korban dalam posisi terlentang diatas kasur.

Bibik korban menepuk badan korban untuk memastikan keadaan korban, tapi tidak ada gerakan, setelah Itu bibiknya memanggil Elli yang merupakan perawat pustu Desa untuk memastikan keadaan keponakan. Selanjutnya elli mengecek tangan nadi korban dan dipastikan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan ditandai dengan nadinya tidak berdenyut.

Sambung eddy, setelah tim reskrim tiba dilokasi, maka dilakukan pengecekan kepada mayat pelajar di TKP, kemudian membawa ke Puskesmas Brang Rea untuk dilakukan visum luar terhadap jenazah.

Ia menjelaskan, hasil penyelidikan awal, Berdasarkan keterangan Dokter di Puskesmas Brang Rea bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keterangan saksi menyatakan bahwa korban memang sebelumnya pernah mengeluh sakit perut.

Pihak keluarga telah menerima kematian korban dan membuat surat penolakan otopsi. Barulah penyerahan jenazah kepada pihak keluarga setelah dilakukan visum.

“Penyebab kematian pelajar tersebut, sedang dilakukan proses penyelidikan satreskrim Polres Sumbawa Barat,” tutupnya. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *