Di Lombok Utara, 7 Siswa Madrasah Beragama Budha

Di Lombok Utara, 7 Siswa Madrasah Beragama Budha

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Lombok Utara – MTs. Al – Mujaidin Rempek Dusun Jelitong, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara memiliki 7 orang siswa beragama Budha. Kepala MTs. putrawadi, S. Pdi kepada wartawan ( 24/03/2021) mengungkapkan awalnya menerima siswa-siswi yang beragama Budha.

” Di Dusun Jelitong Desa Rempek ini tidak ada sekolah umum yang ada hanya MTs. Mujaidin NW Rempek. Ketika anak – anak yang beragama budha mereka harus bersekolah ke SMPN Gangga yang jaraknya hampir 15 km. Disini anak – anak yang budha tidak memiliki kendaraan dan masalah ekonomi banyak diantara mereka begitu lulus SD berhenti sekolah. Dan baru tiga tahun ini ada orang tua dari mereka datang ke madrasah agar anaknya diizinkan bersekolah. Awal tahun pertama, madrasah menolaknya. ” Ungkap Putrawadi.

Lebih jauh, Putrawadi mengungkapkan di tahun berikutnya mereka datang lagi agar anak mereka diterima bersekolah di madrasah, karena kalau tidak, anak – anak mereka akan putus sekolah bahkan akan menikah. Bahkan beberapa dari orang tua mereka rela ikut bergotong – royong membangun madrasah dikala gempa, agar anak – anak mereka bisa belajar, bisa bersekolah di madrasah. Atas kondisi ini, madrasah awalnya tidak berani menerima, tetapi karena desakan dari orang tua anak yang beragama Budha agar diterima anaknya bersekolah di madrasah, terus melihat kondisi setiap tahun anak – anak yang beragama budha banyak yang putus sekolah bahkan sampai menikah atas segala pertimbangan kepala madrasah menerima mereka untuk belajar dan bersekolah di madrasah.

Dan saat ini sudah ada 7 siswa MTs. Mujaidin NW yang beragama budha yaitu yang duduk di bangku kelas 7 sebanyak 5 orang dan 2 orang masih duduk di kelas 8.

Putrawadi juga menjelaskan ketujuh siswa – siswi yang beragama Budha aktif mengikuti pelajaran sebagaimana biasanya siswa yang lain namun mereka tidak dipaksa untuk mengikuti pelajaran mata pelajaran agama. Tidak dipaksa harus memakai jilbab. Namun saat ini menjadi kekuatiran bagi ketujuh siswa MTs tersebut ketika nanti akan mengikuti Ujian Nasional.

Putrawadi selaku kepala madrasah melaporkan masalah ini ke kantor kementerian agama kabupaten lombok utara.

Ditemui di rumahnya, orang tua salah satu siswa yang beragama Budha atas nama Fedi mengungkapkan anaknya bersekolah di madrasah karena tidak ada biaya untuk bersekolah ke sekolah umum karena jaraknya yang sangat jauh dari rumah dan harus menggunakan sepeda motor dan tidak ada biaya untuk membeli. Begitu juga diungkapkan oleh orang tua siswa yang lain yaitu alasan faktor ekonomi, faktor jarak sekolah umum yang sangat jauh. Kalau tidak bersekolah mereka akan kuatir akan mengikuti jejak temen – temennya yang lain lulus SD ada yang menikah. Sehingga, walaupun madrasah yang penting anaknya bisa bersekolah, bisa belajar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara melalui Kasi Pendis Muhammad Nurul Wathani ketika diwawancarai mengungkapkan akan segera mencari solusinya

” Sepertinya masalah ini baru pertama kali terjadi, dan kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah kementerian Agama, dengan Dinas Pendidikan akan mencari solusinya dan akan melakukan koordinasi lagi.Diperkirakan tahun depan, akan bertambah lagi siswa yang beragama budha akan bersekolah di madrasah mengingat sampai saat ini belum ada sekolah umum ” Ungkap M. Nurul Wathani

Berikut ketujuh nama siswa madrasah yang beragama Budha. 1. Atina Hasanah dan 2. Suriani kelas VIII dan 3. Anjeli Kadewi, 4. Media Asmawadi, 5. Nepi, 6. Pedi dan 7. Tina Pratiwi kelas VII. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *