Sejumlah Guru Di KLU Ikuti Diklat PTK

Sejumlah Guru Di KLU Ikuti Diklat PTK

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Lombok Utara – Balai Diklat Keagamaan ( BDK) Denpasar menyelenggarakan kegiatan Diklat Wilayah Kerja ( DWK) untuk PTK bagi guru di Yayasan Syeikh Zainuddin desa Tanak Song Kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan Diklat PTK ini dibuka pada hari senin, 22 Maret 2021 oleh Kepala Kemenag KLU H. M. Ali Fikri, SH., MH yang didampingi ketua panitia BDK Denpasar Drs. I. Made Winata serta para panitia dan narasumber dari BDK Denpasar. Direncanakan kegiatan ini akan berakhir pada sabtu, 27 Maret 2021 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang berasal dari se – kabupaten Lombok Utara.

Seperti yang disampaikan ketua panitia Drs. I. Made Winata dalam sambutan mengungkapkan tujuan diklat.

” Berdasarkan peraturan Menteri Agama RI nomor 75 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai pada Kementerian Agama, penyelenggaraan Pelatihan bertujuan :

  1. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap pegawai untuk dapat melaksanakan tugas jabatan profesional yang dilandasi kepribadian dan kode etik pegawai sesuai dengan kebutuhan Kementerian Agama; 2. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa; 3. Memantapkan orientasi sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi kepada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat, 4. Menciptakan pegawai yang berkualitas, profesional, berintegritas dan bertanggungjawab. ” Ungkap I Made Winata

Kepala Kemenag KLU H. M. Ali Fikri menyampaikan Terima kasih kepada BDK Denpasar atas pelaksanaan kegiatan Diklat PTK di Kabupaten Lombok Utara dan meminta kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan diklat PTK ini dengan serius dan apa yang diperoleh selama kegiatan diklat bisa ditularkan kepada guru yang lain.

Kepala BDK Denpasar Dr. H. M. Thoha, S. Ag., M. Si ketika berbicara didepan peserta dan menjadi narasumber berpesan akan pentingnya tugas sebagai seorang guru.

” Kita harus bangga menjadi seorang guru. Guru adalah profesi yang mulia. Bangsa berhutang kepada guru. Tidak ada yang mampu mengajar, mendidik anak – anak kecuali adalah guru. Ketika kita berprofesi sebagai guru, maka kita lebih sering dipanggil, sering diingat sebagai guru dari pada nama kita. Untuk itu profesi seorang guru adalah profesi yang sangat mulia. Bangsa berhutang besar kepada guru ” Ungkap H. M. Thoha

Usai memberi materi, kepala BDK Denpasar meninjau salah satu Cagar budaya Masjid Kuno Bayan yang berada di desa Bayan beleq kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *