Rab. Apr 14th, 2021

LINTASNTB

Dari NTB Untuk Dunia

Lintas Sektoral, Assessment UMKM Di KSB

3 min read

LINTAS NTB, Sumbawa Barat – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, diassessment dan diberikan pendampingan oleh para mentor yang profesional.

Selain diassessment dan pendampingan, pelaku UMKM juga diberikan ruang untuk diskusi membahas terkait usahanya. Hal itu dilakukan saat fokus group discussion (FGD) pengembangan produk UMKM Kabupaten Sumbawa Barat.

Ditemui selesai acara berlangsung, kepala dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM melalui kasi UMKM Boy Apriadi, SE mengatakan bahwa, ada 3 hal penting yang menjadi titik poin dalam pertemuan ini. Pertama, pemetaan potensi UMKM yang unggulan. Kedua, melihat alur produksi terhadap UMKM yang ada di KSB termasuk juga brand, lebeling, BPOM dan kehalalannya.

Ketiga, sambung boy yang tidak kalah penting yaitu mendukung aspek pemasaran dari produk UMKM tersebut. Ia juga menyampaikan, dalam pertemuan itu bahwa, masyarakat sangat membutuhkan pendampingan total baik dari pemerintah, swasta dan perbankan.

Dengan adanya PT. AMNT dari pihak swasta, dia meminta agar lebih serius membantu secara total kepada UMKM, baik yang bergerak di bidang pangan, jasa dan kerajinan. Ia berharap, pemerintah dan PT. AMNT bisa berkolaborasi dalam membantu dan mendukung UMKM dari hulu sampai hilir.

Ia juga menginginkan agar PT. AMNT memberikan kontribusi yang nyata untuk membantu UMKM termasuk juga lintas OPD agar bersinergi. Selain itu, dia juga menekankan kepada ritel modern yang ada di KSB agar bersama-sama membantu UMKM dengan pendampingan total.

Ditempat yang sama, Yudha Jayadikarta selaku Head of Social Impact Department PT. Amman Mineral mengatakan bahwa, pihaknya kedepan sudah memiliki rencana untuk membantu mengembangkan UMKM lokal agar bisa naik kelas dari offline menjadi online, tentunya dengan bantuan kita semua baik dari Pemda, swasta dan para penggiat usaha lokal untuk memberikan panggung seluas-luasnya bagi UMKM dan tentunya UKM lokal.

Dia juga menjelaskan, kami dari swasta saat ini sedang memikirkan bagaimana bentuk kerjasama terhadap UMKM. “Saat ini saya bersama teman-teman sedang merumuskan bentuk kerjasama yang baik dengan UMKM,” tuturnya kepada awak media, pada Rabu, (7/4) di Rumah Kebun Kelurahan Menala Kecamatan Taliwang KSB.

Lanjut Yudha, dari pemetaan itu, dia berharap agar kita semua bisa mengetahui kapasitas produksi UMKM dan berapa banyak tenaga kerja lokal yang direkrut. “Semangat kami membantu UMKM sangat tinggi, hal itu kami lakukan agar mereka bisa menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja,” jelasnya.

Dia merencanakan agar kedepan produk UMKM bisa dipromosi melalui Shopee, Tokopedia dan Bukalapak. Ia juga menuturkan, program khusus untuk membantu UMKM saat ini belum dirumuskan, saat ini dimulai dengan pendampingan, dengan harapan nantinya program yang digulirkan benar-benar unggul dan lebih dibutuhkan oleh UMKM.

“Saat memiliki gambaran terhadap UMKM, bantuan apa saja yang bisa diberikan kepada UMKM, maka dari situlah diberikan bantuan kepada mereka,” katanya.

Sambung Yudha, bisa saja nanti diberikan kerjasama dalam bentuk permodalan awal. Namun sangat dibutuhkan adalah skema komprehensif melalui monitoring dan evaluasi.

Ketua Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sumbawa Barat Nurhayati, SE mengajak agar kita berjalan bersama untuk mengembangkan UMKM di KSB.

Dengan acara seperti ini, pihaknya sangat mengapresiasi, karena lintas sektoral bertemu dalam satu wadah untuk membantu mengembangkan UMKM.

Ia juga berharap agar kita semua bisa bersinergi untuk menuntaskan dan membantu UMKM. “Mari kita bangun kualitas SDM dari para pelaku UMKM. Karena UMKM sangat membutuhkan teman untuk bersama-sama memajukan UMKM KSB,”harapnya.

Ia menjelaskan, semoga dengan assessment dan pendampingan ini bisa melahirkan kerjasama dengan berbagai pihak dan tidak ada lagi tumpang tindih program. “Alhamdulillah hari ini kita bisa bersinergi dan mari kita bersama-sama mengkampanyekan bela dan beli produk lokal,” ungkapnya.

Untuk menguatkan UMKM di KSB, pemerintah daerah sudah membuat peraturan Bupati (perbup) nomor 2 tahun 2019 tentang bela dan beli produk lokal. Ia berharap, saat inilah kita rapatkan barisan dan bersama-sama untuk membela dan beli produk lokal.

Dia juga menyampaikan, pihaknya sudah mendata dan melihat secara obyektif tentang permasalahan UMKM di KSB dan sudah dikoneksikan.

Ia berpesan kepada UMKM yang lain agar mari kita bersama-sama untuk mengembangkan UMKM supaya lebih maju. (LNG05)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © lintasntb.com | Newsphere by AF themes.