Aksi Damai Penolakan Rendaman Mengandung Zak Kimia, Dapat Pengawalan Ketat Kepolisian

Aksi Damai Penolakan Rendaman Mengandung Zak Kimia, Dapat Pengawalan Ketat Kepolisian

Share and Enjoy !

LINTAS NTB, Sumbawa Barat – Anggota Kepolisian Resort Sumbawa Barat melakukan pengamanan terhadap kelompok aksi damai gerakan masyarakat Desa Seloto selamatkan danau lebo yang bertempat di kantor Desa Seloto Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Kamis (10/6/21) pukul 08.30 wita.

Kepala Kepolisian Resort Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono, S. Ik,. MH melalui Kasi Humas Polres IPDA Eddy Sobandi, S.Sos mengatakan, dalam aksi damai tersebut yang bertindak sebagai kordinator lapangan (korlap) Adeni Muhadi Saputra, SE serta diikuti massa sebayak 40 orang.

“Dalam aksi itu, mereka menuntut 2 hal yaitu, meminta diberhentikannya rencana pengolahan batuan dengan proses perendaman dengan mengunakan bahan kimia. Kedua mereka meminta pemerintah untuk segera menutup tambang tersebut, karena berdampak buruk bagi masyarakat Desa Seloto baik sektor pertanian dan nelayan,” jelasnya.

Eddy menuturkan bahwa, masyarakat mendatangi kantor Desa Seloto. Ketua BPD Seloto Hendra Gunawan menyampaikan kepada Kades Seloto untuk memberhentikan aktifitas perendaman batu emas di lokasi Jorok Liang yang menggunakan zat kimia. Begitu juga masyarakat Desa Seloto lainnya juga menyampaikan, seperti Ustadz Darto, Rusdi sebagai nelayan lebo dan Arifin.

“Pada intinya Kepala Desa Seloto diminta untuk memperhatikan keluhan masyarakat yang mana masyarakat seloto banyak yang menggantungkan hidup di Danau Lebo sebagai Nelayan. “Segera hentikan perendaman di Jorok Liang dan kepala desa seloto segera memberhentikan dan menutup. Apabila Kades tidak bisa maka segera mundur dari jabatan kades,” ujarnya.

Kemudian aksi damai menuju kantor Bupati di kompleks KTC, dalam aksinya massa di temui langsung oleh sekda Kabupaten Sumbawa Barat.

Ia mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi masyarakat seloto, karena tetap menjaga kondusifitas keamanan di wilayah Desa seloto, dirinya akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu agar tidak ada kesalahan dalam penyelidikan, dikarenakan tambang liar ini sangat sensitif dan banyak pelaku didalamnya.

“Permasalahan tambang yang memiliki kewenangan adalah Provinsi tetapi kami akan berusaha untuk mencari informasi dari masyarakat dan stekholder terkait agar dapat menyelesaikan permasalahan ini. Ini akan menjadi atensi bagi kami dan akan menyelesaikan permaslahan tersebut,” tutur sekda.

Lanjutnya, ia meminta waktu untuk melakukan klarifikasi dengan pihak- pihak yang memiliki tanggung jawab di wilayah tersebut. “Kami membuka ruang untuk masyarakat agar berkoordinasi dengan kami apabila ingin mengetahui pencapaian dari permasalahan ini. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *