Covid-19 Varian Delta Masuk Ke NTB, Ini Penjelasan Dinas Kesehatan

Share and Enjoy !

(Sumber gambar : liputan6.com)

Lintas NTB, Mataram – Akhir-akhir ini angka kasus Covid-19 menunjukkan peningkatan, terlebih 13 warga Provinsi NTB dinyatakan terpapar Covid-19 varian Delta. Hal ini menarik perhatian Dinas Kesehatan NTB untuk segera melakukan tracing terhadap kontak erat ke-13 pasien.

“Hasilnya 16 orang itu, 3 invalid atau tidak terbaca, sedangkan 13 orang inilah yang keluar hasilnya. Asal mereka pun ada yang dari luar daerah dan dalam daerah,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB H Lalu Hamzi Fikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/7/2021).

Kadikes menyebut 13 orang terinfeksi COVID-19 varian Delta berumur 12-50 tahun. Sebanyak 13 orang ini melakukan perjalanan dan memiliki kontak erat di Pulau Jawa.

Pasien COVID-19 varian Delta ini ada yang berasal dari Kota Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, Bima. Sedangkan lainnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat yang melakukan perjalanan ke NTB.

“Kami terus melakukan tracking kepada kepada orang yang melakukan kontak erat dengan 13 orang ini,” terang Lalu.

Ia menerangkan Pemprov NTB mengoptimalkan isolasi mandiri terpadu atau ketika ada yang sakit, wajib dirawat di rumah sakit. Dalam pengendalian COVID, dia mengaku telah menyiapkan semua fasilitas pendukung, seperti persediaan hotel untuk isolasi, yakni Hotel Jayakarta dan Holiday.

Tempat isolasi lainnya yang disediakan antara lain asrama haji, Wisma Tambora, dan RS Metromedika. Sedangkan di RSUD Provinsi sudah ditingkatkan daya tampung tempat tidur ICU isolasinya menjadi 100 unit. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RS ini 20 persen.

“Jadi kita mampu mengatasi ini kok. Semua plan sudah kita siapkan untuk hadapi kemungkinan yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengatakan level kasus COVID-19 varian Delta di NTB masih rendah. Kondisi penyebaran COVID-19 varian Delta di NTB, lanjut Sitti, tidak separah yang menyebar di Jawa.

“Namun levelnya masih rendah varian ini, tidak seperti yang menyebar di Pulau Jawa,” ujarnya.

Dikatakan Rohmi, 13 orang yang terkonfirmasi positif tersebut 5 orang di antaranya telah dinyatakan sehat dan selesai diisolasi. Sedangkan 1 orang lainnya masih dalam pantauan dan perawatan di RSHK dan tetap koordinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Kemudian empat orang masih menjalani isolasi mandiri, sedangkan sisanya masih perawatan.

“Bahkan yang kondisinya sehat ini di antaranya sudah divaksinasi. Jadi daya tahan tubuhnya kuat,” cetusnya.

Wagub Rohmi mengajak semua masyarakat tetap tenang dan waspada. Agar terhindar dari virus ini, satu-satunya cara adalah mematuhi protokol kesehatan. (Red/af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *