Inilah Harapan Tokoh Adat Dan Pemuda Sumbawa Barat Terkait Smelter

Share and Enjoy !

Lintas NTB, Sumbawa Barat – Pemuda Sumbawa Barat yang tergabung dalam forum pemuda pencari kerja menggelar aksi unjuk rasa dibeberapa tempat untuk meminta agar lahan smelter bisa segera dibebaskan.

“Saya meminta bagi pemilik lahan yang belum menjualkan tanahnya agar segera dilepaskan, karena smelter ini menyangkut hajat hidup orang banyak, kami tidak mau, karena ulah segelintir orang akan menganggu investasi di Sumbawa Barat,” jelas Boy Teta dalam orasinya.

Ia juga mengatakan bahwa, pemuda yang ada di Sumbawa Barat sangat bergantung dengan keberadaan smelter. Karena akan merekrut banyak tenaga kerja, dia juga menginformasikan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya warga Kecamatan Maluk umumnya masyarakat Sumbawa Barat, pihaknya sampai saat ini tetap berjuang dalam hal pembangunan pabrik smelter di Sumbawa Barat agar dipercepat.

Dia menjelaskan, sebenarnya program pembangunan pabrik smelter sudah berjalan sangat baik, akan tetapi mandeg yang dikarenakan oleh ulah seseorang bernama H. Yandri pemilik toko SKS yang ada di Kecamatan Maluk. Bersangkutan tidak mau melepaskan lahannya sebanyak 62 are untuk dibebaskan (dibayar) oleh Pemda Sumbawa Barat.

“Maka dari itu kami dari pemuda Sumbawa Barat mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Kecamatan Maluk dan KSB untuk sama-sama berjuang percepat pembangunan pabrik smelter, jika pabrik smelter nantinya dibangun, maka pengangguran berkurang, geliat ekonomi di Kecamatan Maluk khususnya di KSB akan sangat terasa oleh kita semua serta tidak akan jadi impian belaka,” lantang boy sapaan akrabnya.

Dia menuturkan, ada satu saja yang menjadi kendala yakni permasalahan keengganan H. Yandri tidak mau lahannya dibayar, sehingga menyebabkan program pembangunan pabrik smelter tertunda. “Apakah karena satu orang, program pembangunan pabrik smelter yang kita nantikan tertunda,” geramnya. Senin, (27/9).

Lanjut Boy, jawabannya ada pada diri kita semua khususnya warga Kecamatan Maluk dan KSB, apakah kita diam atau berusaha agar ini segera terwujud dengan meminta kepada H. Yandri untuk segera melepaskan lahannya dibebaskan atau dibayar oleh Pemda Sumbawa Barat tanpa ada embel-embel lainnya.

Sementara itu, Jhon Rayes, S. AP salah satu tokoh adat Kecamatan Maluk dan tokoh masyarakat sangat menyayangkan dan prihatin atas sikap yang ditunjukkan oleh H. Yandri tersebut. “Kami telah menjual tanah berhektar-hektar. demi majunya perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat dan terbukanya lapangan pekerjaan yang selebar-lebarnya untuk para pemuda dan pencari kerja di KSB,” tutur Jhon.

Lanjut tokoh adat yang dikenal ramah bahwa, langkah-langkah dialog telah ditempuh, semua pihak telah berusaha untuk berdiskusi secara baik-baik, namun H. Yandri tetap kekeh dengan pendiriannya. H. Yandri tidak berpikir untuk masyarakat Kecamatan Maluk dan KSB. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *