Dilaporkan Selewengkan Anggaran Beasiswa, Kadis Dikbud NTB : Tidak Ada Kerugian Negara

Dilaporkan Selewengkan Anggaran Beasiswa, Kadis Dikbud NTB : Tidak Ada Kerugian Negara

Share and Enjoy !

Lintas NTB, Mataram – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqon memberikan klarifikasinya terkait laporan penyelewengan anggaran program Beasiswa Dalam dan Luar Negeri.

Dalam penjelasannya, Beasiswa Cendekia NTB mengalami pengembangan menjadi Beasiswa Dalam Negeri dan Luar Negeri, dimana awalnya persetujuan anggaran sebesar 39 M tetapi mengalami revisi dan berada di angka 29.3 M.

Dalam hal ini Disdikbud dalam proses menyelenggarakan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri bekerja sama dengan LPP NTB, hal ini dikarenakan Dikbud sendiri yang diberi amanah oleh Gubernur untuk mengelola itu tidak punya pengalaman untuk beasiswa luar negeri, kalau dalam negeri bisa kita diskusikan.

“Kenapa LPP yang kita pilih, karna LPP NTB ini sejak awal ada MoU dengan Gubernur untuk menangani awal dulu di tahun 2018 2019 pada saat itu kita memberangkatkan 12 orang,  tahun 2020 program itu masuklah ke dikbud” Ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. H. Aidy Furqon.

Dalam proses penyelenggaraannya dengan LPP, semua sudah  dilakukan dengan prosedur yang transparan dan sesuai dengan peraturan gubernur.

“kami sudah di audit BPK, saat itu ada catatan temuan yang harus kita perbaiki, catatan temuan itu di audit inspektorat di cek kembali diberi kesempatan untuk menyelesaikannya sampai desember 2021” Lanjutnya.

Dalam audit yang dilakukan Inspektorat, ada beberapa temuan  secara administrasi pelaporan maupun penyaluran dana ke luar negeri. Setelah di verifikasi ulang, tidak ada ditemukan kerugian negara, karna anggaran tersebut  dari Dikbud melalui LPP langsung ke penerima, yakni perguruan tinggi tujuan dan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.

“Saya juga kaget nih kok tiba-tiba dilaporin, pemberitaan naik, saya ingat-ingat tidak ada confirm apapun” Tegasnya.

Ia menjelaskan, Temuan catatan-catatan BPK  itu harus segera diselesaikan, seperti laporan dan dokumen-dokumen yang belum rampung, atau kelebihan pembayaran bagasi, karna di beasiswa untuk bantu mahasiswa itu tidak ada poin untuk bagasi yang ada kan tiket untuk penerbangan, terus dikembalikan kan.
Uangnya memang terpakai cuma mungkin keliru dengan sasaran seperti itu.

“Ketika berupa uang ada reekomendasi dikembalikan ya kita cari solusi untuk mengembalikan.” Pungkasnya. (alfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *