Komisi II Minta Dinas Pertanian Untuk Maksimal Bantu Petani Di Musim Tanam

Komisi II Minta Dinas Pertanian Untuk Maksimal Bantu Petani Di Musim Tanam

Share and Enjoy !

Lintas NTB, Sumbawa Barat – Dalam persiapan memasuki musim tanam petani saat ini, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Aheruddin Sidik, SE., ME meminta kepada pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis dalam hal ini dinas rumpun hijau, agar memanfaatkan musim tanam untuk membantu petani, baik itu bantuan obat maupun pupuk.

“Pemerintah harus sangat siap untuk membantu petani disaat musim tanam seperti sekarang ini, jadi jangan sampai ada petani kesulitan mendapatkan obat dan pupuk,” tegas politisi muda dari Partai Keadilan Persatuan (PKP) Kecamatan Seteluk tersebut, pada Kamis, (2/12).

Diingatkan Aher sapaan akrabnya, untuk mendapatkan obat dan pupuk merupakan hak dasar petani yang wajib dijamin oleh pemerintah, jadi sudah bukan jamannya kalau setiap musim tanam petani selalu menjerit lantaran kesulitan mendapatkan pupuk. “Persoalan klasik yang sering terjadi di musim tanam harus diantisipasi secara serius oleh dinas tekhnis, sehingga harapan tingginya produksi dimusim tanam ini dapat terealisasi,” tegasnya.

Diakhir keterangannya, Aher juga meminta kepada dinas tekhnis untuk intens melakukan koordinasi serta komunikasi terkait dengan ketersediaan pupuk. Jika mengetahui ada kendala dalam penyediaan pupuk, diminta untuk segera mengambil keputusan sebagai bentuk solusi, termasuk menyampaikan kepada DPRD KSB agar bisa disikapi secara bersama-sama.

Ia mengingatkan kembali kepada dinas terkait, untuk mengintruksikan kepada seluruh penyuluh pertaniannya untuk turun lapangan melakukan pemantau kondisi lapangan.

“Insyah Allah dalam waktu dekat kami juga akan mengundang dinas pertanian dan seluruh kepala BPP untuk kami dengarkan bagaimana persiapan mereka di musim tanam ini, sebagai bagian dari melaksanakan fungsi pengawasan kami dari komisi terkait dan nantinya kami juga akan turun inspeksi ke gudang distributor dan pengecer pupuk untuk pemantauan secara langsung,” ungkap Ketua komisi II ini. (LNG05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *