UMKM KSB ‘Ntek Klas’ di Masa Pandemi Covid-19

UMKM KSB ‘Ntek Klas’ di Masa Pandemi Covid-19

Share and Enjoy !


Oleh : Ibrahim, S. IP

Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Sumbawa Barat telah memiliki satu tagline yaitu “NTEK KLAS” defenisi dari NTEK KLAS adalah (naik tingkatan), hal itu menjadi penyemangat baru bagi mereka untuk terus maju melakukan perbaikan. Artinya, para pelaku UMKM KSB sebelum masuk ke Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (FKUMKM), awalnya mereka belum mengerti mengenai menejerial, kemasan yang bagus dan pemasaran produk. Berkat mereka masuk ke forum tersebut, diajarkan itu semua, sehingga para anggota FKUMKM tahap demi tahap melakukan perbaikan dan dinyatakan naik kelas oleh berbagai pihak. dikarenakan sudah memenuhi syarat semua produk-produk usahanya. Semangat untuk berbenah di masa pandemi covid-19 terus dilakukan oleh para pelaku usaha UMKM, dengan terobosan-terobosan positif untuk menaikkan tingkatannya.

Pandemi Corona Virus Deasese (Covid-19) telah berdampak ke segala sektor, termasuk diantarannya sektor ekonomi . Hal ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pasalnya, menurun daya beli masyarakat akibat covid-19 yang berpengaruh juga terhadap keberlangsungan usaha UMKM di KSB. Hal itu membuat UMKM KSB mengalami krisis ekonomi, tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi perekonomian KSB. Maka dari itu pembinaan dan bantuan untuk pelaku UMKM di masa pandemi harus menjadi perhatian berbagai pihak terutama pemerintah, swasta dan perbankan.

Sebelum mereka naik kelas, mereka diberikan pembinaan dan penyuluhan terkait produknya oleh lembaga profesional, akademisi dan kesehatan. Sehingga mereka benar-benar menjadi paham, mana yang harus diperbaiki dan ditingkatkan untuk mencapai ke arah yang lebih baik. “intinya dari tagline naik kelas itu, apapun hal positif yang dilakukan UMKM dengan semua proses yang menuju ke arah lebih baik itulah naik kelas, dengan harapan mereka bisa masuk ke pasar lokal, regional dan nasional. Termasuk diantaranya ritel modern, toko modern dan sebagainya,” tutur Ketua FKUMKM KSB, Nurhayati, SE.

Ketua FKUMKM berharap sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah dan perbankan bisa membuat para pelaku UMKM menjadi semangat dalam melakukan usahanya. Dengan dukungan dari pemerintah yang cukup besar, membuat UMKM menjadi percaya diri dalam menciptakan menu-menu produk yang lebih inovatif sesuai keinginan konsumen.

Dia juga mengakui peran pemerintah daerah kepada UMKM sangat tinggi baik dukungan moril, materil, sporting peralatan kepada para pelaku usaha sudah sangat luar biasa, begitu juga bantuan melalui dinas terkait untuk pelaku UMKM sangat banyak. Ia berharap kepada para pelaku UMKM agar proaktif dan produktif dalam melakukan usahanya. Karena suporting pemerintah dan swasta sangat besar kepada pelaku UMKM jadi harus disambut dengan baik semangat itu, tetap melakukan perubahan dibantu atau tidak UMKM harus tahan banding, jangan mudah menyerah, kita harus ikut perkembangan zaman dengan menciptakan produk yang lebih berkualitas.

“Saya pesan kepada pelaku UMKM agar tetap semangat, ayo kita bergerak secara bersama-sama, kita sambut masa depan yang lebih baik dengan tetap melakukan perbaikan, jangan puas dengan yang kita dapatkan hari ini,” jelasnya, pada Kamis, (2/12/2021).

Dalam naungan FKUMKM, para pelaku UMKM yang sudah didata dan berhimpun di lembaga itu sekitar 200 UMKM yang baru bergabung, sementara yang belum bergabung sekItar 662 usaha, untuk yang aktif sendiri 200 usaha. ” Sebanyak itulah data yang telah kami himpun beberapa waktu lalu dari para pelaku usaha dan kami masukkan ke data basse kami, sehingga dari data itu kami lakukan pengelompokan sesuai jenis usaha, untuk kita carikan pembina dan mentor dari yang berkompeten,” kata hayati sapaan akrab dia disapa.

Untuk data pelaku usaha yang sudah dihitung, mulai dari UMKM dan IKM perKecamatan yaitu, Kecamatan Brang Ene 40 usaha, Kecamatan Brang Rea 97 usaha, Jereweh 58 usaha, Maluk 39 usaha, Poto Tano 37 usaha, Sekongkang 57 usaha, Seteluk 87 usaha dan Taliwang 247 usaha. Untuk menampung produk para pelaku UMKM, pihaknya dibantu oleh pemerintah dengan sebuah tempat berbentuk ruko dengan harapan sebagai pusat pengumpulan semua produk UMKM di KSB. “Kami di suport dengan ruko 10X20 M sebagai tempat menjual produk-produk para pelaku UMKM, anggota semuanya bersepakat memberi nama tempat itu dengan sebutan “KSB Mall”, selama tempat ini berdiri sudah banyak dikunjungi oleh tamu luar dan konsumen lokal,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, penerimaan pasar lokal sangat bangus terhadap semua produk-produk UMKM yang kami bina, dikarenakan semua pihak dalam daerah sekarang aktif untuk mempromosikan aksi bela dan beli produk lokal KSB. Mendukung UMKM pemerintah daerah telah lebih awal menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 2 Tahun 2019 tentang aksi bela dan beli produk lokal Kabupaten Sumbawa Barat.

Menyambut hal itu UMKM KSB menjadi semakin semangat berbenah, saling menyemangati dan kolaborasi lintas UMKM juga berdampak singnifikan bagi pergerakan UMKM. Semangat gotong royonglah yang menjadi dasar utama kebersamaan kami dalam komunitas FKUMKM. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *