Ditpolairud Polda NTB Berhasil Ungkap Kasus Pengeboman Ikan

Ditpolairud Polda NTB Berhasil Ungkap Kasus Pengeboman Ikan

Share and Enjoy !

Lintas NTB, Mataram – Direktorat Polairud Polda NTB berhasil mengungkap kasus Pengeboman Ikan (Destructive Fisihing) di Perairan Gili Sulat Lombok Timur (14/01/22).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si bersama Dir POLAIRUD Polda NTB Kombes Pol. Kobul Syahrin Ritonga, S.I.K.,M.Si, mengungkapkan sejauh ini ada 3 orang pelaku untuk kasus pengeboman Ikan (Destructive Fishing) yang tertangkap di Perairan Gili (Pulau) Sulat Lombok Timur, 1 orang sudah berhasil ditangkap yakni berinisial AN sementara 2 Pelaku lainnya dalam pencarian (DPO)

“,pelaku ini tertangkap di perairan Gili (Pulau) Sulat Lombok Timur oleh Pol. Air yang sedang melalukan patroli rutin di perairan tersebut (Selat lawang) tepatnya senin, 10 Januari 2022 sekita pukul 10:15 Wita ,” terang Kabid humas polda NTB

Diketahui pelaku pengeboman ikan yang tertangkap merupakan resedivis dalam kasus yang sama pada tahun 2011 dan pernah dipenjara selama 1 tahun kini mengulangi lagi perbuatannya.

Sementara itu Dir POLAIRUD Polda NTB Kombes Pol. Kobul Syahrin Ritonga menegaskan Polda NTB akan terus mengupas serta mendalami kasus ini sampai terang dan jelas pada proses hukum selanjutnya di Kepolisian

“Untuk sementara berdasarkan berita acara yang bersangkutan beliau “membeli” bom Ikan tersebut, oleh karena itu nanti kita dalam proses selanjutnya akan mengungkap siapa penjualnya, kita masih dalam proses meyidikan,” Jelas Dir POLAIRUD Polda NTB.

Dari penangkapan tersebut diamankan barang bukti berupa 3 buah bom yang digunakan pelaku untuk menangkap ikan dengan cara pengeboman.

Pelaku dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 dan/atau Pasal 84 ayat (1) Jo. Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 45 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun tahun. (Red.af/Pian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *